SUB-REGIONAL MEETING on Foreign Terrorist Fighter and Cross Border Terrorism

0
6

Biro Humas, Hukum dan Kerjasama,

“Sekarang Indonesia sudah cukup di kenal sebagai negara yang dapat melakukan langkah-langkah cukup efektif dalam melawan terorisme, tidak hanya dari sudut hard approach yaitu langkah-langkah tegas dan keras tetapi juga dengan cara soft approach. Pertemuan ini merupakan komitmen dan tanggung jawab kita bersama untuk melindungi negara kita dan negara tetangga dari ancaman terorisme, tidak ada satu neragapun yang terlepas dari ancaman terorisme” — Wiranto

02 Agustus 2017

Dilihat: 21

Manado – Bertempat di Hotel Four Point Manado Sulawesi Utara Sabtu 29 Juli 2017, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto membuka kegiatan Pertemuan Sub-Kawasan Regional terkait Kerjasama Penanggulangan Foreign Terrorist Fighter dan Teroris Lintas Negara. Sub Regional Meeting ini diikuti oleh Perwakilan Negara lain, Menteri atau Pejabat setingkat Menteri dan Perwakilan Pejabat Tinggi Negara tetangga yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Australia dan Selandia Baru.

Delegasi Malaysia di wakili oleh Second Home Deputy

Minister Dato’ Masir Anak Kujat, Delegasi Brunei Darussalam Wakil Menteri bidang Keamanan dan Media Dato’ Paduka Wanang Haji Hamdan bin Haji Abu Bakar, Delegasi Filipina Mr.Hermegones C.Esperon, Delegasi Australia Jaksa Agung George Brandis dan Delegasi Selandia Baru hadir Menteri Luar Negeri Gerry Brownlee.

Pertemuan ini merupakan respon atas perkembangan situasi dan ancaman keamanan yang disebabkan oleh pergerakan Foreign Terrorist Fighter dan Terorisme Lintas Negara, serta tindak lanjut Pertemuan Internasional Penanggulangan Terorisme dan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Penanggulangan Pendanaan Teroris yang telah berlangsung pada Agustus 2016 di Bali, Indonesia.

Dalam sambutannya Menko Polhukam Wiranto selaku tuan rumah dalam acara tersebut mengatakan kegiatan ini difokuskan pada situasi yang terjadi di Filipina Selatan, wilayah Asia Tenggara sepakat menolak menjadi basis baru dari ISIS. “Kita harus bersama-sama melawan kegiatan-kegiatan ISIS di Filipina Selatan, baik itu dari sisi cyber-nya, patroli maritim bersama maupun tukar menukar informasi dan pengalaman bagaimana fighter terrorist yang kembali ke wilayah masing-masing negara, apakah kita mencoba memotong jalur-jalur logistiknya, itu semua akan kita rundingkan”, tutur Wiranto.

Lebih lanjut Wiranto menegaskan,”Sekarang Indonesia sudah cukup di kenal sebagai negara yang dapat melakukan langkah-langkah cukup efektif dalam melawan terorisme, tidak hanya dari sudut hard approach yaitu langkah-langkah tegas dan keras tetapi juga dengan cara soft approach. Pertemuan ini merupakan

komitmen dan tanggung jawab kita bersama untuk melindungi negara kita dan negara tetangga dari ancaman terorisme, tidak ada satu neragapun yang terlepas dari ancaman terorisme”, ujar Wiranto.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menkopolhukam Wiranto dalam pertemuan Sub Regional Meeting ini didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H.Laoly, Kepala Kepolisian RI Tiro Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Komjen Pol.Suhardi Alius, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, Sekretaris Kemenko Polhukam Mayjend. Yoedhi Swastono, Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F.Sompie, Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan K.Dusak , Penasehat Menkumham Joseph Nae Soe, Kakanwil Kemenkumhan Sulawesi Utara Pondang Tambunan, Deputi Koordinasi Politik Luar Negeri Lutfi Rauf, dan

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Pol.Carlo Brix Tewu. (ferozakln2017

edit.yay)

Sumber: http://www.kemenkumham.go.id/index.php/berita/1365-sub-regional-meeting-on-foreign-terrorist-fighter-and-cross-border-terrorism