PGN Jalin Sinergi dengan Empat BUMN

0
1

Komitmen PT Perusahaan Gas Negara

(Persero) Tbk (PGN) untuk merealisasikan peran strategis BUMN sebagai agen

“Penandatanganan lima perjanjian kerja sama ini patut diapresiasi karena sejalan dengan apa yang selama ini selalu didorong oleh Kementerian BUMN agar perusahaan BUMN meneruskan tujuan dan harapan pemerintah untuk terwujudnya sinergitas pembangunan demi tercapainya kemajuan ekonomi secara nasional” — Edwin

pembangunan ekonomi nasional dilaksanakan secara serius. Tak tanggung-tanggung,

pada hari ini, Jumat (10/11), PGN menandatangani lima perjanjian kerja sama

dengan empat BUMN sekaligus, yakni Perum Jasa Titta II, PT Energy Management

Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Hutama Karya (Persero).

Penandatanganan digelar di Kantor

Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dihadiri oleh

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN

Edwin Hidayat Abdullah.

“Penandatanganan lima perjanjian

kerja sama ini patut diapresiasi karena sejalan dengan apa yang selama ini

selalu didorong oleh Kementerian BUMN agar perusahaan BUMN meneruskan tujuan

dan harapan pemerintah untuk terwujudnya sinergitas pembangunan demi

tercapainya kemajuan ekonomi secara nasional,” kata Edwin dalam sambutannya,

Jumat (10/11).

Salah satu kesepakatan yang

ditandatangani adalah mengenai pemanfaatan aset BUMN yang terjalin antara PGN

dan Perum Jasa Tirta II. Dalam rangka kegiatan operasionalnya, PGN memanfaatkan

lahan PJT II untuk penanaman pipa gas dan fasilitasnya di daerah Kota Bekasi,

Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha

Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat

Abdullah, kesepakatan sewa lahan jalur Muara Tawar-Muara Bekasi ini

ditandatangani oleh Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo dan

Direktur Utama PJT II Djoko Saputro di Kantor Kementerian BUMN.

Menurut Dilo, aksi sinergi BUMN ini

menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam rangka mengoptimalkan sumber daya

dan pemanfaatan aset di tanah air. “Sinergi ini menjadi komitmen nyata

perusahaan BUMN  dalam pertumbuhan

perekonomian nasional,” kata Dilo, di sela-sela acara penandantanganan.

Perjanjian ini merupakan

perpanjangan jangka waktu pemanfaatan lahan atas perjanjian sebelumnya. Dengan

perjanjian ini, periode sewa lahan PJT II oleh PGN  berlanjut selama lima tahun mendatang,

terhitung sejak Juni 2017 sampai dengan Juni 2022. 

“Ini bentuk nyata bagaimana di

antara BUMN bisa saling memanfaatkan fasilitas atau aset dari masing-masing

sehingga memberikan keuntungan bagi dua belah pihak dan memperkuat value dari

masing-masing,” kata Djoko Saputro.

Dalam kesempatan yang sama, PGN juga

menandatangani perjanjian dengan PT Energy Management Indonesia (Persero)

(EMI). Kesepakatan yang terjalin dengan BUMN yang bergerak di bidang manajemen

energi dan konservasi air itu terdiri atas dua perjanjian kerja sama.

Pertama, Perjanjian Kerja Sama Jasa

Penyediaan Audit Energi di Kantor Pusat PGN di Jalan K.H Zainul Arifin, Jakarta

Pusat. Untuk kesepakatan ini, penandatanganan dilakukan oleh anak perusahaan

PGN, PT Permata Graha Nusantara yang diwakili oleh  Direktur Utama Adrian Priohutomo dan PT EMI

yang diwakili oleh Direktur Utama Andreas Widodo.

“Dengan hasil audit ini, kami PGN

Mas subsidiery dari PGN bisa memberikan energi baik melalui efisiensi di setiap

gedung-gedung yang dimiliki PGN,” kata Adrian.

Perjanjian Kerja Sama kedua dengan

PT EMI ditandatangani oleh PGN untuk Jasa Implementasi Pemasangan Sistem

Monitoring Energi pada Bangunan Utama Gedung di Area Stasiun Kompresor

Pagardewa di Desa Pagardewa Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera

Selatan.

“Sistem monitoring energi ini

penting untuk memberikan gambaran pemakaian energi yang efektif dan efisien

kepada pengelola dan manajemen gedung,” kata Dilo.

Sementara itu, Direktur Utama PT EMI

Andreas Widodo mengapresiasi sinergi ini. “Kami berharap bisa berkontribusi

pada efisiensi energi yang ujungnya berdampak pada peningkatan profitabilitas

dari PGN,” kata Andreas.

Kegiatan pada hari ini sekaligus

mencatat babak baru dalam upaya PGN memperluas jaringan infrastruktur gas bumi

ke seluruh wilayah. Sebagai komitmen mewujudkan sinergi antar BUMN, PT

Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina (Persero) Tbk akhirnya bersepakat untuk

menjalin kerjasama pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Riau

sepanjang 67 kilometer ini.

Pada kesempatan tersebut, PGN dan

Pertamina lewat anak perusahaannya, PT Pertamina Gas (Pertagas) menandatangani

Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas Duri-Dumai. Perjanjian ini

ditandatangani oleh Direktur Utama Pertagas Suko Hartono dan Direktur

Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo.

Dalam kerja sama operasi (KSO) itu,

PGN menguasai 40 % saham sedangkan Pertagas memiliki saham 60 %. Dengan porsi

tersebut, investasi proyek senilai US$ 52 juta atau setara Rp 702 miliar (kurs

Rp 13.500 per dolar AS) akan bersumber dari kas internal masing-masing

perusahaan. 

Dengan kesepakatan tersebut, KSO PT

PGN dan PT Pertagas pada hari ini sekaligus menandatangani Kesepakatan dan

Komitmen Penggunaan Jalur Tol Trans Sumatera milik PT Hutama Karya (Persero)

(HK). Rencananya, sekitar 40 kilometer jalur pipa akan berada pada jalur jalan

tol Pekanbaru-Dumai yang saat ini sedang dalam fase konstruksi oleh HK.

Menurut Dilo, sinergi dengan HK ini

sekaligus upaya perusahaan untuk mempercepat proses pembangunan karena sebagian

besar lahan sudah dibebaskan. “Target kami per 1 Oktober 2018 gas bumi sudah

mengalir ke pelanggan di Dumai,” tutup Dilo.

Gas yang akan dialirkan ke pipa ini

berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhillips di Sumatera

Selatan. Selain itu, akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan

oleh PT Energi Mega Persada (EMP).

Total

pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200

juta kaki kubik per hari (mmscfd). Gas tersebut akan mengalir memenuhi

kebutuhan industri di Riau, industri petrokimia, dan operasional kilang Dumai

milik Pertamina.

Sumber: http://www.pgn.co.id/landingberita?value=kvTE+ELS/LvdZAvBWi4FZg==