Spesialis Pencuri Mesin Traktor Lintas Kabupaten Berhasil Dibekuk Polisi

0
29

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Keresahan para petani terjawab setelah komplotan maling spesialis mesin traktor berhasil diungkap oleh tim Resmob Polres Bone.

Nasri alias Tikke Bin Sanna (26) warga Desa Melle, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulsel, bekerja sebagai buruh pabrik ditangkap oleh Polisi berpakaian preman yang dipimpin Ipda Muhammad Arif di Dusun Tokareta, Desa Laccori, Kecamatan Dua Boccoe, Sabtu (13/1/18) sekitar pukul 16.30 Wita.

“Kedua tersangka berikut barang buktinya telah diamankan di Polres Bone untuk menjalani proses hukum sementara satu orang pelaku lainnya masih dilakukan pengejaran” — Kasat Reskrim

Di hadapan petugas Nasri mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian mesin traktor di lima TKP di wilayah Bone dan Wajo bersama dua orang rekannya.

Berangkat dari informasi tersebut, aparat bergerak cepat dan lagi lagi meringkus pelaku lainnya di Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe bernama Ferdi alias Okkoe Bin Jalang (35).

Empat TKP yang diakui Nasri di wilayah Bone yakni di Desa Cumpiga, Kecamatan Awangpone mencuri satu unit mesin traktor, di Kecamatan Sibulue mencuri dua unit mesin traktor, di Kecamatan Kajuara mencuri satu unit mesin traktor dan di Kecamatan Cina mencuri satu unit mesin traktor. Sementara untuk wilayah Kabupaten Wajo, Nasri mengaku mencuri tiga unit mesin traktor yang dilakukan bersama rekannya.

Dari pengungkapan tersebut Polisi menyita barang bukti berupa tiga unit mesin traktor merk Yanmar 85 PK warna merah dan satu unit mesin traktor merk Yanmar 55 PK warna merah.

Kasat Reskrim Polres Bone mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran satu orang pelaku yang identitasnya sudah dikantongi.

“Kedua tersangka berikut barang buktinya telah diamankan di Polres Bone untuk menjalani proses hukum sementara satu orang pelaku lainnya masih dilakukan pengejaran,” kata Kasat Reskrim.

Maraknya kasus pencurian disebabkan dua faktor yaitu faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, se*hingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

Sumber: http://tribratanews.polri.go.id/?p=339468