Optimalisasi Alsintan, Pastikan Tidak Ada Lahan Tidur

0
7

Optimalisasi Alsintan, Pastikan Tidak Ada Lahan Tidur

Update Tanggal : 24 May 2018 , Biro Humas dan Informasi Publik

“Jangan biarkan lahan tidur. Jangan biarkan matahari bersinar sia-sia. Kalau alat mesin pertanian bergerak, lahannya pasti bangun, petaninya pasti bekerja. Akan ada perekonomian yang juga bergerak. Kesejahteraan meningkat” — Amran

Lumajang, 24 Mei 2018 – Menteri Pertanian Amran Sulaiman melanjutkan kunjungan kerja untuk meninjau pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ke Lumajang pada Kamis (24/05). Setelah meninjau dan mengevaluasi Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) di Bondowoso dan Jember, Amran tegaskan tidak boleh ada yang menganggur.

“Jangan biarkan lahan tidur. Jangan biarkan matahari bersinar sia-sia. Kalau alat mesin pertanian bergerak, lahannya pasti bangun, petaninya pasti bekerja. Akan ada perekonomian yang juga bergerak. Kesejahteraan meningkat,” kata Amran setelah meninjau Alsintan dii Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. 

Pemerintah Jokowi-JK melalui Kementerian Pertanian sudah menggalakkan pemanfaatan Alsintan sejak 4 tahun lalu. Untuk memastikan optimalisasi penggunaannya, Kementan telah mengevaluasi dan memastikan tidak ada yang menganggur dengan memindahtangankan sebanyak 1.500 Alsintan ke lahan yg lebih produktif.

“Tujuan kami turun adalah untuk optimalkan Alsintan. Tujuannya adalah agar biaya produsi lebih ringan, mempercepat tanam, dan meminimalisir losses. Jadi harus ada pengecekan kembali, jangan ragu untuk memindahkan jika tidak produktif.

Amran menegaskan bahwa Alsintan ini untuk produksi, menggunakan uang rakyat. Bahkan Kementerian Pertanian sudah memotong biaya perjalanan dinas, seminar, dan biaya operasional lainnya. “Demi Alsintan dan mendahulukan petani,” tegas Amran. “Tidak boleh ada yang main-main dengan alat milik rakyat, apalagi sampai bayar-bayar,” tambahnya.

Berdasarkan data Kementan, Kelompok Tani (Poktan) penerima bantuan yang menjadi lokasi utama OPA di Lumajang adalah Poktan Tunas Harapan yang memiliki anggota 102 orang dan lahan 44 hektare. Pola tanam di Desa Wonorejo padi padi padi. Luas Tambah Tanam (LTT) Desa Wonorejo sampai dengan pertengahan Mei mencapai 24 hektare dari total target 44 hektare selama periode Asep, dengan varietas padi Inpari 8, 30 dan  33, Sidenuk, Situbagendit dan Ciherang.

Bantuan yang diterima oleh Poktan Tunas Harapan  adalah 2 unit traktor roda dua (TR2) dan transplanter 1 unit. Total bantuan alsintan yang diterima di Kabupaten Lumajang sebanyak 432 unit TR2, 30 unit TR4, 56 unit combine harvester kecil (CHK), 19 unit combine harvester sedang (CHS), 5 unit combine harvester besar (CHB) dan 187 pompa air (PA). 

Upaya yang dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada kelompok tani dan operator alat mesin pertanian (alsintan) yang dikemas dalam kegiatan On The Job Training (OJT) dengan menerjunkan tim mekanisasi STPP Malang. Peserta OJT adalah operator alsintan, pemuda tani, dan babinsa. Tujuannya supaya operator, petani dan babinsa memiliki pengetahuan untuk mengoptimalkan, memanfaatkan, dan merawat alsintan terutama yang berasal dari bantuan pemerintah agar umur ekonomisnya maksimal.

Dengan memanfaatkan alsintan, Indeks Pertanaman meningkat karena sejak pengolahan hingga panen waktunya lebih singkat, seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Lumajang. Alsintan juga mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Dan dapat dipastikan melalui OPA kegiatan pertanian akan lebih mudah, murah dan hemat biaya.

Berita Lainnya

Sumber: http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/1612/2018/05/24/20/01/58/Optimalisasi Alsintan- Pastikan Tidak Ada Lahan Tidur