Ragam Tantangan KTT ASEAN: Kerja sama Indo-Pasifik, Revolusi Industri 4.0 Hingga Keberlanjutan Industri Sawit

0
2

Ragam Tantangan KTT ASEAN: Kerja sama Indo-Pasifik, Revolusi Industri 4.0 Hingga Keberlanjutan Industri Sawit Presiden Joko Widodo memimpin langsung delegasi RI dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (KTT ASEAN)ke-32 di Singapura, 27 – 28 April 2018. Konsep kerja sama Indo-Pasifik yang tetap mengedepankan sentralitas ASEANmengemuka dalam perhelatan KTT kali ini.

“ASEAN harus terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik. Konsep Indo-Pasifik ASEAN penting sekali artinya agar ASEAN tetap relevan, tetap dapat memainkan sentralitasnya dan menunjukkan kemampuan ASEAN dalam mengelola perubahan lingkungan strategis,” kata PresidenJoko Widodo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN yang digelar di Singapura, pada Sabtu, 28 April 2018.

“ASEAN harus terus dapat memainkan perannya termasuk dalam pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik. Konsep Indo-Pasifik ASEAN penting sekali artinya agar ASEAN tetap relevan, tetap dapat memainkan sentralitasnya dan menunjukkan kemampuan ASEAN dalam mengelola perubahan lingkungan strategis” — PresidenJoko Widodo

Untuk mewujudkan kerja sama Indo-Pasifik, Presiden mendorong ASEAN agar mampu menjadi motor bagi penciptaan enabling environment. “Kita harus terus mengajak semua mitra untuk menghormati hukum dan norma internasional mengembangkan habit of dialogue, mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai menghindari penggunaan kekerasan,” katanya.

Selanjutnya, ASEAN harus pro-aktif menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Samudera Hindia dengan menjaga sistem ekonomi yang terbuka dan adil. “Beberapa bidang kerja sama yang dapat dikedepankan antara lain, di bidang maritim, konektivitas, dan pencapaian SDGs. Oleh karena itu, interaksi pelaku bisnis di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik perlu ditingkatkan”, tambah Presiden.

Revolusi Industri 4.0 dan Keberlanjutan Industri Sawit Dalam pertemuan tersebut, pemimpin ASEAN lantas menekankan perlunya penyelesaian perundingan RCEP agar ASEAN dapat berperan lebih besar dalam mata rantai Global Value Chain (GVC).

Negara anggota ASEAN juga telah bersiap masuk ke era ekonomi digital melalui kesepakatan ASEAN Agreement on Electronic Commerce (AAEC) dan inisiatif terbentuknya ASEAN Digital Integration Framework. Latar belakangnya tentu saja kedatangan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan otomatisasi dan robotisasi pada berbagai kegiatan manufaktur dan aktivitas perekonomian.

KTT mengamanatkan para Menteri ASEAN Economic Community (AEC), di Indonesia adalah Menko Perekonomian, agar menyiapkan implementasi AEC di era ekonomi digital. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah RI melalui Kemenko Perekonomian adalah menyiapkan road map e-commerce Indonesia.

Selain itu, Para Pemimpin ASEAN menyambut baik upaya yang dilakukan Indonesia dan Malaysia dalam mempertahankan isu-isu yang terkait dengan keberlanjutan kelapa sawit (palm oil). Dalam upaya tersebut, kedua negara juga telah membentuk The Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC), sebagai organisasi negara penghasil kelapa sawit.

KTT ASEAN kali ini mengajukan 6 (enam) Priority Economic Deliverables selama tahun 2018, yaitu: (i) Penyelesaian ASEAN Agreement on E-Commerce, (ii) Pembentukan ASEAN Innovation Network (AIN), dan (iii) Implementasi ASEAN-WideSelf-Certification. Selanjutnya,(iv) Implementasi ASEAN Single Window (ASW), (v) Penandatanganan Protokol ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) Paket ke-10 dan ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA), serta (vi) Penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnersip (RCEP).

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution,Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, dan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman (ekon).

Sumber: https://ekon.go.id/berita/view/ragam-tantangan-ktt-asean.3976.html