BNP2TKI Pulangkan PMI Bebas Hukuman Pancung ke Kampung Halaman

0
1

BNP2TKI Pulangkan PMI Bebas Hukuman Pancung ke Kampung Halaman08 Juni 2018 16:39 WIBJakarta, BNP2TKI (6/6/18) – BNP2TKI pulangkan 2 (dua) PMI lolos hukuman pancung ke kampung halaman, kedua PMI tersebut bernama Sumiyati bt Muhammad Amin (28), berasal dari Desa Labuan Bontong, Kec, Tarano, Kab. Sumbawa Besar, NTB dan Masani bt Syamsudin Umar (32) dari Desa Alas, Kec. Alas Timur, Kab. Sumbawa Besar, NTB. 

 

“Sudah diterima oleh BP3TKI Serang, dan pada pagi hari ini 7/6/18 pukul 05.45 WIB sudah kami fasilitasi untuk diterbangkan pulang ke kampung halamannya di NTB menggunakan maskapai Garuda GA 434 dengan didampingi pak Ridwan Nurfatony dari BP3TKI Serang” — Kasubdit Pemulangan, Firman Yulianto

Kedua PMI tersebut dipulangkan ke Indonesia oleh KBRI Riyadh pada hari Rabu, 6 Juni 2018 menggunakan maskapai Emirates EK-356 dari Dubai dan telah tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 15.40 WIB. Pihak KBRI Riyadh yang mendampingi kedua PMI tersebut sudah melakukan serah terima kepada BNP2TKI (06/06/18).

 

“Sudah diterima oleh BP3TKI Serang, dan pada pagi hari ini (7/6/18) pukul 05.45 WIB sudah kami fasilitasi untuk diterbangkan pulang ke kampung halamannya di NTB menggunakan maskapai Garuda GA 434 dengan didampingi pak Ridwan Nurfatony dari BP3TKI Serang” ungkap Kasubdit Pemulangan, Firman Yulianto.

 

Keduanya ditangkap aparat kepolisian pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir hingga anak majikan menderita sakit permanen, dan lalai melakukan perawatan/penyuntikan insulin kepada ibu majikan bernama Hidayah bt Hadijan Mudfa al-Otaibi yang menderita diabetes hingga korban meninggal dunia.

 

Kasus tersebut baru diketahui pada 23 November 2015 saat KBRI di Riyadh melakukan kunjungan ke penjara kota Dawadmi (sekitar 300 KM dari Riyadh).

 

KBRI Riyadh terus melakukan pendampingan intensif bagi kedua PMI dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan. Keduanya dibebaskan dari penjara sejak 1 September 2016.

 

Berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, KBRI telah melakukan percepatan penyelesaian administratif di Kepolisian dan Imigrasi Saudi dalam rangka pencabutan cekal untuk memproses pemulangannya. Pada tanggal 27 Mei 2018 KBRI berhasil mendapatkan exit permit bagi keduanya.

 

Sudah Tiba Di Kampung Halaman

 

Berdasarkan wawancara via telepon, Kepala BP3TKI Mataram, Joko Purwanto mengucap syukur di bulan suci Ramadhan ini Sumyati dan Masani terbebas dari hukuman mati dan sudah tiba di kampung halaman dengan selamat dan bertemu dengan keluarganya. (7/6/18).

“Alhamdulilah sudah tiba di Mataram pukul 08.55 WITA di Lombok. Ini  merupakan pembelajaran bagi semua warga NTB maupun calon pekerja migran, agar sebelum berangkat paham terhadap hukum dan budaya negara penempatan,” ujar Joko Purwanto.

 

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, menyatakan bahwa bebasnya ke dua PMI tersebut merupakan pencapaian terbaik negara atau pemerintah melalui Perwakilan RI di  negara penempatan. Terima kasih kepada Kepala Perwakilan dan jajarannya, Kemenlu, dan semua pihak yang telah mewarnai proses bersejarah ini.” *** (Humas)

Share:

Sumber: http://www.bnp2tki.go.id/read/13295/BNP2TKI-Pulangkan-PMI-Bebas-Hukuman-Pancung-ke-Kampung-Halaman.html