Menhub Akan Tindak Tegas Maskapai Yang Melebihi Tarif Batas Atas

0
1

Menhub Akan Tindak Tegas Maskapai Yang Melebihi Tarif Batas Atas

“Secara khusus itu terjadi di Kaltara sudah dibuat berita acara pada semua maskapai yang ada. Kemenhub dan Polda di sana menyatakan apabila mereka melampaui tarif, mereka akan diberi sanksi. Jadi saya jelaskan bahwa berita-berita satu atau dua minggu sebelumnya itu hoax. Yang di Tarakan memang terjadi tapi itu terjadi karena ada travel biro yang melakukan penambahan harga di situ” — Menhub

Biro Komunikasi dan Informasi Publik – Senin, 11 Juni 2018

Jumlah Dilihat: 292

kali

NGAWI – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan

akan bertindak tegas terhadap maskapai yang menjual tiket melebihi tarif batas

atas yang telah ditentukan. Tindakan yang diambil akan berupa peringatan hingga

penutupan rute. Hal ini disampaikan Menhub usai mengadakan tinjauan arus mudik

Lebaran di Ngawi, Jawa Timur, Minggu (10/6).”Untuk harga tiket sebenarnya tidak ada airline yang

menaikkan secara langsung, yang terjadi adalah vendor atau paket-paket wisata

menjual dengan cara menambahkan biaya-biaya tertentu. Oleh karenanya kita akan

klarifikasi uang itu diambil oleh maskapai atau tidak. Kalau diambil oleh maskapai

kita akan menutup rute mereka,” ujar Menhub.Sebagaimana berita yang beredar akhir-akhir ini, terjadi

penetapan tarif melebihi tarif batas atas, khususnya yang terjadi di Kalimantan

Utara.”Secara khusus itu terjadi di Kaltara sudah dibuat berita

acara pada semua maskapai yang ada. Kemenhub dan Polda di sana menyatakan

apabila mereka melampaui tarif, mereka akan diberi sanksi. Jadi saya jelaskan

bahwa berita-berita satu atau dua minggu sebelumnya itu hoax. Yang di Tarakan

memang terjadi tapi itu terjadi karena ada travel biro yang melakukan

penambahan harga di situ,” jelas Menhub.Sebelumnya Kementerian Perhubungan telah meminta penumpang

untuk lebih bijaksana dan teliti sebelum membeli tiket penerbangan untuk

periode Lebaran tahun ini, baik di agen travel maupun secara online. Beberapa

hal yang perlu diteliti di antaranya adalah jenis-jenis biaya yang dibebankan.

Serta jenis penerbangannya apakah langsung atau transit. Karena semua biaya

dalam tiket sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 tahun

2016 tentang Mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan

batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal

dalam negeri. Namun perlu diketahui bahwa tarif disini bukanlah harga

tiket. Untuk jadi harga tiket, tarif itu masih ditambah pajak dan

asuransi. Selain itu, tarif tersebut juga harus disesuaikan dengan layanan di

maskapai. Untuk maskapai full service seperti Garuda dan Batik Air,

boleh menjual tarif itu sebesar 100 persen. Untuk medium service seperti

Sriwijaya dan NAM air boleh menjual maksimal 90 persen dan LCC seperti Lion,

Citilink dan Indonesia AirAsia boleh maksimal 85 persen.Lebih lanjut Menhub menyampaikan bahwa saat ini

maskapai-maskapai telah meminta revisi kebijakan tarif batas atas dan batas

bawah. Hal ini salah satunya disebabkan karena Kenaikan harga avtur.”Yang namanya tarif batas bawah itu adalah perhitungan dari

sejumlah biaya-biaya yang dijumlahkan menjadi batas bawah dan batas atas. Jadi

perhitungan kembali itu memang sedang kita lakukan sehingga nanti batas

bawahnya naik, batas atasnya juga naik. Nanti berapa persennya nanti kita

hitung dan avtur itu memang menjadi komponen yang besar dalam suatu industri

penerbangan,” jelas Menhub.Menurut Menhub komponen avtur bisa mencapai sampai 30-40

persen. Sehingga kenaikan harga avtur akan dirasakan sangat berpengaruh.”Jadi kalau avtur naik 20 persen, maka 20 dikali 30 persen

menjadi 60 persen kenaikannya. Jadi kalau naik 30 persen, maka lebih tinggi

lagi. Dalam minggu-minggu ini setelah lebaran kita akan menentukan batasan

tarif tersebut,” pungkas Menhub. (HH/TH/RK/BI)

Sumber: http://www.dephub.go.id/post/read/menhub-akan-tindak-tegas-maskapai-yang-melebihi-tarif-batas-atas