Gandeng BNPT, Kementerian ESDM Susun SOP Sistem Keamanan Objek Vital Nasional Minerba

0
2

JAKARTA – Sebagai

bentuk tindakan nyata dari penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara

“Kegiatan ini bertujuan memudahkan para petugas keamanan di lapangan serta memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dalam pelaksanaan pengamanan Obvitnas Bidang Minerba ketika menghadapi serangan teror” — Suhardi

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Nasional Penanggulangan

Terorisme (BNPT) bulan Juli tahun lalu, dilangsungkan “Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP)

Sistem Keamanan Objek Vital Nasional Sub Bidang Mineral dan Batubara dalam

Menghadapi Ancaman Terorisme,”

di Jakarta (18/7).

Pada acara

tersebut, Ketua BNPT Suhardi Alius menjelaskan, saat ini objek vital nasional (Obvitnas) menjadi salah satu konsen

BNPT. Pasalnya, Obvitnas, terutama tambang mineral dan batubara memiliki peran

penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Contohnya batubara yang banyak

digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Kegiatan ini bertujuan memudahkan para

petugas keamanan di lapangan serta memahami tugas dan tanggung jawabnya

masing-masing dalam pelaksanaan pengamanan Obvitnas Bidang Minerba ketika

menghadapi serangan teror,” ujar

Suhardi.

“Tugas kami mendesain dan mensimulasikan SOP ini, apabila

terjadi serangan teror dan bagaimana langkah-langkahnya. SOP ini dibuat dengan

melibatkan seluruh stakeholder dan sekarang kita sosialisasikan. Dengan adanya

SOP ini, kita tidak terdadak bila terjadi sesuatu, karena sudah ada SOP

penanganannya. Perlu saya tegaskan bahwa pencegahan akan lebih bagus, daripada

harus mendapat serangan,” papar mantan Kapolda Jabar ini.

Ia melanjutkan, bahwa SOP ini akan menjadi gambaran dan

panduan serta berlaku pada saat tertentu. Namun, ke depan SOP ini akan terus berkembang

sesuai dengan modus operandinya. Intinya, BNPT ingin memberikan SOP yang

terbaik sehingga Obvitnas subbidang mineral dan batubara jangan sampai

terganggu oleh aksi terorisme.

“Tolong SOP ini dilaksanakan sebaik-baiknya jangan sampai

karena teman atau sebagainya kita longgarkan, jadi kita harus laksanakan sesuai

SOP yang ada,” pesan Kepala

BNPT.

Sementara

itu, kasubdit Pengamanan Objek Vital dan Transportasi BNPT , Wahyu

Herawan menjelaskan bahwa kegiatan

ini diikuti para peserta yang berasal dari petugas keamanan di lapangan, baik

petugas keamanan internal perusahaan maupun kepolisian.

“Berbagai aksi dan serangan terorisme

yang mengancam Indonesia bahkan dunia, perlunya Pemerintah Indonesia salah

satunya BNPT menangani masalah ini dengan penanganan secara terpusat, terpadu

dan terkoordinir sehingga dibentuk sosialisasi obvitnas dan penyusunan SOP,” lanjut Wahyu.

Kegiatan ini dihadiri pejabat BNPT dan Pejabat ESDM,

diantaranya Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT

Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Perlindungan BNPT Drs. H. Herwan

Chaidir, dan Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, Muhammad Hendrasto.

Penulis: Bambang Wijiatmoko

Sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/gandeng-bnpt-kementerian-esdm-susun-sop-sistem-keamanan-objek-vital-nasional-minerba