Menhan : Disiplin Adalah Nafas Organisasi

0
2

Menhan : Disiplin Adalah Nafas Organisasi

Selasa, 17 Juli 2018

“Selalu memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan sehingga dapat memberikan arah yang benar dalam pengelolaan keamanan regional untuk kepentingan bersama mewujudkan Indonesia yang kokoh, kuat dan berdaulat. Hal terpenting adalah akuntabilitas dalam meningkatkan kinerja sektor pertahanan” — Menhan

Jakarta       –       Kementerian Pertahanan berkomitmen dan perlu menelaah kembali pelaksanaan program kerja kementerian pertahanan selama satu semester yang lalu. Pelaksanaan program kerja tersebut harus menjadi cerminan untuk menyelesaikan pekerjaan di semester II dari waktu ke waktu harus semakin akuntabel dan transparan.

“Kinerja organisasi juga sangat bergantung pada disiplin serta profesionalisme. Disiplin adalah nafas organisasi. Tanpa disiplin maka kinerja organisasi akan terhambat. Oleh karenanya pegawai Kemhan selalu disiplin, loyalitas serta jiwa korsa yang melekat dalam gaya hidup pada pelaksanaan tugas sehari-hari”, pesan Menhan dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan (Dirjen Renhan) Kemhan Marsda TNI Tata Endrataka, Selasa (17/7) saat menjadi inspektur upacara bendera bulanan di kantor Kemhan, Jakarta.

Menhan menegaskan kepada Kasatker/Kasubsatker untuk memberikan perhatian agar mempercepat penyerapan anggaran dengan tetap berpedoman pada akuntabilitas dan tidak boleh terjadi penyimpangan. Hal ini sejalan dengan program reformasi birokrasi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Salah satunya adalah beberapa waktu lalu launching Kapal Angkut Tank (AT-4) yang diberi nama KRI Teluk Lada 521. Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan kekuatan pokok minimal atau Minimum Essential Force (MEF). Keberadaan KRI Teluk Lada 521 diharapkan dapat menjadi kebanggaan TNI, khususnya TNI AL dan bangsa Indonesia pada umumnya dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, beberapa hari lalu Kementerian Pertahanan melalui Universitas Pertahanan (Unhan) melaksanakan Indonesia Internasional Defense Science Seminar (IIDS) 2018. IIDS 2018 adalah kegiatan kajian yang penting dalam upaya memperkuat diplomasi pertahanan. Seminar yang diikuti kurang lebih 1.000 orang peserta ini, tentunya memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan.

Menhan mengatakan bahwa konsep diplomasi pertahanan kawasan perlu melalui kalibrasi ulang tatanan arsitektur keamanan kawasan. Arsitektur keamanan kawasan indo pacific menjadi urgensi yang perlu segera direalisasikan. Hal tersebut dimaksudkan agar kita dapat menavigasi setiap ancaman dan tantangan di kawasan dengan tepat, benar dan profesional.

“Selalu memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan sehingga dapat memberikan arah yang benar dalam pengelolaan keamanan regional untuk kepentingan bersama mewujudkan Indonesia yang kokoh, kuat dan berdaulat. Hal terpenting adalah akuntabilitas dalam meningkatkan kinerja sektor pertahanan”, ujar Menhan.

Kementerian Pertahanan terus berupaya untuk mewujudkan visi kemandirian industri pertahanan nasional yang berstandar internasional, maju, berkualitas dan modern serta memiliki daya saing tinggi. Kemandirian industri pertahanan Indonesia dapat membantu bekerja sesuai dengan program kerja yang direncanakan serta turut aktif dalam mensukseskan semua program-program Kementerian Pertahanan.

Bersamaan dengan pelaksanaan upacara bendera pada bulan ketujuh tahun 2018, Kemhan juga melepas 18 pegawai Kemhan yang memasuki masa purna tugas, terdiri dari sembilan orang TNI dan sembilan orang PNS. Menhan mewakili segenap warga Kemhan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti dan dedikasinya bagi perkembangan dan kemajuan Kemhan. (WND/SPD)

Sumber: https://www.kemhan.go.id/2018/07/17/menhan-disiplin-adalah-nafas-organisasi.html