Sampaikan Evaluasi Angkutan Lebaran 2018, Menhub: Tahun Ini Berjalan Tertib Dan Lancar

0
3

Sampaikan Evaluasi Angkutan Lebaran 2018, Menhub: Tahun Ini Berjalan Tertib Dan Lancar

“Penumpang mudik gratis meningkat dari 185.389 penumpang pada tahun 2017 menjadi 303.429 penumpang pada tahun 2018 atau naik 64% dan untuk sepeda motor yang diangkut meningkat dari 26.095 unit pada tahun 2017 menjadi 29.574 unit pada tahun 2018 atau naik 13%” — Menhub

Biro Komunikasi dan Informasi Publik – Selasa, 24 Juli 2018

Jumlah Dilihat: 26

kali

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan

hasil evaluasi angkutan Lebaran Tahun 2018. Menhub mengatakan bahwa angkutan

lebaran tahun ini dapat dikatakan berjalan tertib dan lancar serta dalam

situasi yang kondusif. Hal ini disampaikan Menhub dalam Rapat Kerja Pembahasan

Evaluasi Pelaksanaan Sarana dan Prasarana Transportasi Dalam Rangka Penanganan

Arus Mudik Lebaran Tahun 2018/1439 H Bersama Komisi V DPR RI di Senayan,

Jakarta, Selasa (24/7).”Melalui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam

mempersiapkan dan mendukung penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2018 (1439

H), penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini dapat berjalan tertib dan lancar

serta situasi yang kondusif,” sebut Menhub.Kementerian Perhubungan telah melaksanakan Rencana Operasi

Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 H) dengan titik berat pengendalian di

15 (lima belas) provinsi, 9 (sembilan) Daerah Operasi (DAOP) dan 4 (empat)

Divisi Regional (Divre) perkeretaapian. Untuk angkutan darat, laut dan udara

sebanyak 48 terminal, 7 (tujuh) lintas penyeberangan utama, 56 (lima puluh

enam) pelabuhan laut, dan 36 (tiga puluh enam) bandar udara. Menhub memaparkan berdasarkan hasil analisa evaluasi,

terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan umum dari 20,38 juta penumpang

menjadi 21,67 juta penumpang (naik 6,32%) dengan rincian moda jalan naik 2,9%

dari 4,38 juta penumpang menjadi 4,51 juta penumpang; moda penyeberangan naik

8,5% dari 4,05 juta penumpang menjadi 4,40 juta penumpang; moda kereta api naik

7,6% dari 4,91 juta penumpang menjadi 5,29 juta penumpang; moda laut naik 9,3%

dari 1,06 juta penumpang menjadi 1,16 juta penumpang; dan moda udara naik 5,7%

dari 5,96 juta penumpang menjadi 6,31 juta penumpang.Dalam menunjang pergerakan masyarakat yang menggunakan kendaraan

angkutan umum, pemerintah dan para operator angkutan telah menyiapkan sarana

angkutan yaitu moda jalan, disiapkan 49.613 bus (AKAP, AKDP, Pariwisata) naik

823 bus dari Tahun 2017; moda penyeberangan, disiapkan 207 kapal Ro-Ro naik 7

kapal dari tahun 2017; moda kereta api, disiapkan 353 KA regular dan 40 KA

tambahan, sehingga total 393 KA naik 14 KA dari tahun 2017; moda laut,

disiapkan 1.293 kapal naik 15 kapal dari tahun 2017; moda udara, disiapkan 537

pesawat naik 5 pesawat dari tahun 2017.Menurut Menhub terjadinya peningkatan jumlah penumpang

sebanding dengan meningkatnya kinerja transportasi angkutan umum. Sebagai

contoh yang terjadi di beberapa tempat antara lain untuk moda transportasi

darat, Terminal Purabaya merupakan terminal terpadat yang melayani 712.778

penumpang, dengan tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan angkutan jalan

cukup memuaskan dengan nilai CSI antara 51-76%; moda transportasi

penyeberangan, pelabuhan tersibuk adalah Pelabuhan Merak yang melayani 1,3 juta

penumpang; moda kereta api, On Time Performance (OTP) juga cukup baik,

khususnya keberangkatan mencapai angka 97-99%, dimana tingkat kepuasan

masyarakat memuaskan dengan nilai CSI 62,9- 80%. Untuk pemenuhan SPM di stasiun

relatif bagus dengan nilai 90-93%; untuk moda transportasi laut, pelabuhan

terpadat yaitu Pelabuhan Batam yang melayani 168.819 penumpang; sedangkan untuk

moda transportasi udara, bandara tersibuk adalah Soekarno-Hatta yang melayani

1,44 juta penumpang, dengan tingkat keselamatan yaitu Zero Accident selama

pelaksanaan mudik lebaran dan On Time Performance (OTP) sebesar 78,07% naik

dibandingkan OTP pada hari biasa yang rata-rata sebesar 74,88%. Pergerakan pemudik melalui jalan tol pada tahun ini

berdasarkan pemantauan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2018 (1439 H) pada

H-8 (7 Juni 2018) s/d H+8 (24 Juni 2018) pada Gerbang Tol Merak, Ciawi,

Cikarut, dan Cileunyi saat arus mudik dan arus balik meningkat dari 3,218 juta

penumpang pada tahun 2017 menjadi 3,219 juta penumpang pada tahun 2018 atau

naik 0,05%.Puncak arus mudik melalui jalan tol berturut-turut tercatat

pada tanggal 9 dan 12 Juni atau H-6 dan H-3 lebaran, sementara puncak arus

balik tercatat pada tanggal 19 Juni atau H+3 lebaran. Untuk kinerja lalu lintas

pada jalan tol, dicatat bahwa kecepatan rata-rata kendaraan saat arus mudik

mencapai 72 km/jam atau naik sebanyak 9% dari tahun 2017 sebesar 66 km/jam;

Kecepatan rata-rata kendaraan saat arus balik mencapai 79 km/jam atau naik

sebanyak 22% dari tahun 2017 sebesar 64 km/jam; jarak tempuh antara

Jakarta-Surabaya berkurang sebesar ± 30 km dari 840 km menjadi 810 km; dan

waktu tempuh antara Jakarta-Surabaya berkurang sebesar ± 6 jam dari sebelumnya

18 jam menjadi 12 jam.Menhub menambahkan, bahwa sebagaimana pelaksanaan angkutan

lebaran tahun sebelumnya pada tahun ini juga dilaksanakan kegiatan angkutan

mudik gratis. Program mudik gratis diselenggarakan oleh Kementerian

Perhubungan, BUMN dan pihak swasta. Pada tahun 2018, sarana yang disediakan

untuk mudik gratis antara lain Bus sebanyak 5.081 unit meningkat 62% dari tahun

2017 sebanyak 3.145 unit; Truk sebanyak 70 unit naik 35% dari tahun 2017

sebanyak 52 unit; Kereta Api sebanyak 37 rangkaian meningkat 236% dari tahun

2017 sebanyak 11 rangkaian; kapal laut sebanyak 98 unit meningkat 444% dari tahun

2017 sebanyak 18 unit; dan pesawat sebanyak 52 unit meningkat 117% dari tahun

2017 sebanyak 24 unit.”Penumpang mudik gratis meningkat dari 185.389 penumpang

pada tahun 2017 menjadi 303.429 penumpang pada tahun 2018 atau naik 64% dan

untuk sepeda motor yang diangkut meningkat dari 26.095 unit pada tahun 2017

menjadi 29.574 unit pada tahun 2018 atau naik 13%,” ujar Menhub.Lebih lanjut, Menhub mengatakan jumlah kecelakaan dan korban

jiwa pada Angkutan Lebaran Tahun 2018 (1439 H) turun cukup signifikan sebesar

37%. Menurunnya jumlah pengguna sepeda motor sebesar 22% serta meningkatnya

kesadaran berlalu lintas memberikan kontribusi pada penurunan angka kecelakaan.Hal penting lainnya adalah dengan beroperasinya Tol Trans

Jawa serta penambahan hari libur tanggal 11 dan 12 Juni memberikan pengaruh

positif terhadap kelancaran lalu lintas. “Masyarakat memiliki banyak alternatif waktu maupun rute di

dalam merencanakan perjalanan sehingga hasilnya dapat kita rasakan bersama,” tutur Menhub.Kemudian juga terdapat beberapa isu menonjol selama

pelaksanaan angkutan lebaran tahun ini diantaranya, terjadi kemacetan lalu

lintas di beberapa ruas jalan, antrian kendaraan ke kapal penyeberangan, masih

kurangnya fasilitas pelayanan di pelabuhan, penerbangan balon udara, kapasitas

angkut kereta api belum memenuhi demand yang ada, kurangnya fasilitas moda

lanjutan serta mudik gratis yang kuotanya masih berlebih.Kementerian Perhubungan menyiapkan beberapa rekomendasi demi

perbaikan penyelenggaraan angkutan lebaran tahun depan yaitu penerapan

contraflow/oneway agar memperhatikan kondisi jalan arteri untuk menghindari

kemacetan, penambahan rest area fungsional peningkatan pelayanan bus AKAP

sebagai alternatif kereta api, perbaikan pengaturan antrian kendaraan ke kapal

penyeberangan, perlunya penyediaan fasilitas menginap di beberapa pelabuhan

yang padat, sosialisasi dan penindakan penerbangan balon udara harus terus

dilakukan, peningkatan pelayanan angkutan sebelum dan setelah simpul

transportasi serta peningkatan sosialisasi dan pelaksanaan program mudik

gratis.Turut hadir dalam Rapat Kerja kali ini Menteri Pekerjaan

Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala BMKG Dwikorita

Karnawati, Kepala Basarnas M. Syaugi, Kakorlanta Polri Irjen. Pol. Royke

Lumowa, serta perwakilan BUMN dan operator transportasi. (HH/TH/RK/BI)

Sumber: http://www.dephub.go.id/post/read/sampaikan-evaluasi-angkutan-lebaran-2018,-menhub–tahun-ini-berjalan-tertib-dan-lancar