Tingkatkan Konektivitas Indonesia Bagian Barat, Kemenhub Kerjasamakan Pembangunan Terminal Kijing

0
2

Tingkatkan Konektivitas Indonesia Bagian Barat, Kemenhub Kerjasamakan Pembangunan Terminal Kijing

“Harapannya pelabuhan ini bisa lebih komersial tetapi pelayanannya lebih baik. Kita minta Pelindo masuk dalam pembangunan proyek pelabuhan yang relatif sudah visible dan harapannya ini bisa memberikan suatu peningkatan kinerja suatu pelabuhan, hari, waktu mereka bongkar muat lebih pendek, service yang lebih baik” — Menhub

Biro Komunikasi dan Informasi Publik – Jumat, 13 Juli 2018

Jumlah Dilihat: 28

kali

JAKARTA. Dalam rangka merelisasikan pembangunan Terminal

Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat yang merupakan salah satu proyek strategis

nasional, Kementerian Perhubungan hari ini (12/7) tandatangani Perjanjian

Konsesi dengan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC.Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang turut

menyaksikan penandatanganan menyebut dengan adanya penandatanganan perjanjian

konsesi pembangunan Terminal Kijing maka dapat meningkatkan konektivitas

Indonesia bagian barat. “Harapan kita dengan mendukung ini konektivitas di Indonesia

bagian barat semakin baik dan kita tahu Kalimantan Barat dan sekitarnya

merupakan titik-titik ekonomi yang sangat maju ditandai dengan Pontianak begitu

maju bahkan sekarang relatif over kapasitas,” kata Menhub Budi, Kamis (12/7).Menurut Menhub saat ini konektivitas logistik di Kalimantan

Barat relatif stagnan atau jalan di tempat. Dengan adanya konsesi ini Menhub

juga berharap akan tumbuh kegiatan-kegiatan ekonomi di sekitar Kijing.Lanjutnya, selain Terminal Kijing, Kementerian Perhubungan

rencananya juga akan mengkerjasamakan pengelolaan sejumlah pelabuhan.

Setidaknya ada 20 pelabuhan yang sedang dalam tahap evaluasi oleh Kementerian

Keuangan. Menhub menyebut nantinya akan memberi kesempatan Pelindo I, II, III,

dan IV untuk mengelola.”Harapannya pelabuhan ini bisa lebih komersial tetapi

pelayanannya lebih baik. Kita minta Pelindo masuk dalam pembangunan proyek

pelabuhan yang relatif sudah visible dan harapannya ini bisa memberikan suatu

peningkatan kinerja suatu pelabuhan, hari, waktu mereka bongkar muat lebih

pendek, service yang lebih baik,” ungkap Menhub.Sementara itu pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT

Pelindo II Elvyn G. Masassya menjelaskan nantinya Terminal Kijing memiliki

empat terminal yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2019.”Terminal Kijing ini memiliki empat terminal, mulai dari

multipurpose, curah cair, curah kering, dan kontainer. Tahap awal itu kita

mulai terminal multipurpose yang bisa melayani berbagai jenis barang itu yang

disebut sebagai tahap awal yang akan dioperasikan di akhir tahun 2019. Insya

Allah,” ujar Elvyn.Dikatakan Elvyn perjanjian konsesi Terminal Kijing akan

berlangsung selama 69 tahun. Untuk kapasitas nantinya Terminal Kijing memiliki

kapasitas hingga 2 juta TEUs.”Untuk seluruh terminal itu kapasitasnya sekitar dua juta

TEUs untuk yang petikemas dan kemudian yang curah cair dan curah kering itu

sekitar 100 juta ton. Fase pertama hanya 500 ribu keseluruhan,” rinci Elvyn.Penandatanganan perjanjian konsesi tentang pembangunan dan

pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Provinsi

Kalimantan Barat tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan

Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Bintang Novi sebagai perwakilan

Kementerian Perhubungan dengan Direktur Utama PT. Pelindo II, Elvyn G. Masassya

sebagai perwakilan PT. Pelindo II. Selain Menhub Budi turut menyaksikan penandatanganan ini

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo. Pembangunan Terminal Kijing ini akan dilakukan secara

bertahap dengan total investasi sebesar Rp 14,45 Triliun dan ditargetkan akan

mulai beroperasi sebagian pada awal Tahun 2020.Untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC telah menunjuk PT

Wijaya Karya Tbk. (WIKA) sebagai pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp2,74

Triliun. WIKA akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi

dermaga laut, port management area, jembatan penghubung, container yard serta

fasilitas lainnya. Teminal Kijing dikembangkan dengan konsep

digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern. Sejak awal Terminal

Kijing dirancang untuk memfasilitasi kegiatan bongkar muat kapal-kapal besar.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi

pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Keberadaannya akan

terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga akan mendukung

percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. (GD/TH/RK/BI)

Sumber: http://www.dephub.go.id/post/read/tingkatkan-konektivitas-indonesia-bagian-barat,-kemenhub-kerjasamakan-pembangunan-terminal-kijing