BNP2TKI Fasilitasi PMI Bermasalah Yang Telah Bekerja Selama 15 Tahun di Yordania

0
3

BNP2TKI Fasilitasi PMI Bermasalah Yang Telah Bekerja Selama 15 Tahun di Yordania31 Juli 2018 17:36 WIBJakarta, BNP2TKI, Jumat (27/7/18)____Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kembali menerima pengaduan terkait permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sarisih Harjo Pawiro, asal Lampung yang bekerja di Amman, Yordania.

 

“Saat ini saya tinggal bersama kakek, karena ayah dan nenek saya sudah meniggal dunia” — Ferdina

Sebelumnya, BNP2TKI melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung telah menerima pengaduan dari anak kandung PMI Sarisih, (19/1/2018) lalu. Atas laporan tersebut, kemudian BP3TKI Lampung membantu dengan mengirimkan surat ke KBRI Amman guna meminta bantuan penelusuran keberadaan PMI Sarisih Harjo di Amman untuk bisa dipulangkan ke Indonesia serta pengembalian hak-haknya yang belum diperolehnya selama bekerja. 

 

Berdasarkan pengaduan anaknya, Sarisih Harjo Pawiro telah bekerja selama 14 tahun di Amman, Yordania sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Setelah bekerja selama 2 tahun, Sarisih Harjo putus komunikasi dengan keluarganya. Hingga 6 tahun kemudian dapat menghubungi dan berkomunikasi kembali dengan anaknya via telepon. Menurut laporan Ferdina, selama ibunya (Sarisih) bekerja, gaji yang diberikan oleh majikannya sangat kecil, hanya sebesar 1,2 Juta Rupiah per bulan namun tidak rutin. Oleh karena itu, Sarisih meminta kepada majikan agar segera dipulangkan ke Indonesia, namun hanya dijanjikan dan dipersulit majikannya. 

 

 “Saat ini saya tinggal bersama kakek, karena ayah dan nenek saya sudah meniggal dunia”, ujar Ferdina lirih saat mengadukan permasalahan ibunya kepada pihak BP3TKI Lampung, (19/1/2018) lalu.

 

Sarisih Harjo Pawiro asal Dusun I, Rt.01/01, Sumber Sari, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur ini diberangkatkan oleh PPTKIS, PT IPWIKON JASINDO pada awal Januari 2003 silam ke Yordania.

 

Setelah mendapatkan laporan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania, Kamis (26/7/2018), BNP2TKI langsung menindaklanjuti untuk proses fasilitasi PMI Sarisih segera dipulangkan ke Indonesia, serta menuntut majikan tersebut agar segera memberikan hak ganti rugi selama Sarisih bekerja bersamanya. Majikan tersebut dituntut untuk membayarkan denda ijin tinggal, sisa gaji dan tiket kepulangan Sarisih ke Tanah air.

 

Saat ini, PMI Sarisih telah diamankan oleh pihak tim Sargas di shelter KBRI Amman. KBRI Amman melihat tindakan majikan telah menyalahi aturan bahkan paspor PMI telah kadaluarsa sejak tahun 2008. 

 

Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro mengatakan bahwa BNP2TKI akan terus menelusuri permasalahan ini sampai selesai dan Sarisih pun bisa kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama keluarganya.

 

“Pasti akan terus memantau dan menelusuri proses penyelesaian masalah ini, karena ini sudah menjadi kewajiban pemerintah Indonesia (BNP2TKI bersama KBRI, KJRI Amman) untuk memfasilitasi sampai selesai”, ungkap Anjar saat ditemui di ruang kerjanya, Deputi Perlindungan BNP2TKI Lt.2, BNP2TKI, Jakarta, Selasa (31/7/2018).**(Humas/MLD)

 

Share:

Sumber: http://www.bnp2tki.go.id/read/13417/BNP2TKI-Fasilitasi-PMI-Bermasalah-Yang-Telah-Bekerja-Selama-15-Tahun-di-Yordania.html