Guna Bantu Nelayan Yang Tidak Bisa Melaut, Kemenhub Giatkan Padat Karya

0
1

Guna Bantu Nelayan Yang Tidak Bisa Melaut, Kemenhub Giatkan Padat Karya

“Kami melihat bahwasannya satu sisi, nelayan Sukabumi memiliki potensi yang baik. Pada saat musim paceklik pasti nelayan ini tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. Oleh karenanya sekarang ini kita berikan kesempatan bekerja untuk membangun jalan. Sehingga mereka bisa paling tidak dalam bulan ini mendapatkan pekerjaan selama 15 hari” — Menhub

Biro Komunikasi dan Informasi Publik – Kamis, 02 Agustus 2018

Jumlah Dilihat: 55

kali

SUKABUMI – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan padat karya yang dilakukan di Desa Cikahuripan, Cisolok – Sukabumi pada Kamis (2/8). Kegiatan padat karya ini dilakukan untuk membantu nelayan yang tidak bisa bekerja atau melaut akibat gelombang tinggi.”Kami melihat bahwasannya satu sisi, nelayan Sukabumi memiliki potensi yang baik. Pada saat musim paceklik pasti nelayan ini tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. Oleh karenanya sekarang ini kita berikan kesempatan bekerja untuk membangun jalan. Sehingga mereka bisa paling tidak dalam bulan ini mendapatkan pekerjaan selama 15 hari,” ungkap Menhub.Kegiatan padat karya yang dilakukan di Desa Cikahuripan sendiri melibatkan 100 orang. Kementerian Perhubungan akan melakukan kegiatan padat karya pada 12 titik di daerah Pantai Selatan Pulau Jawa dan menyiapkan anggaran sebesar 200 juta rupiah untuk setiap titik.”Dalam satu tempat paling tidak ada 100 orang, bekerja selama dua minggu dan untuk pekerjaan yang disini adalah membangun jalan menuju perkampungan mereka,” imbuh Menhub Budi.”Untuk program ini satu titik ada 200 juta. Ada kurang lebih 12 titik, di satu tempat bisa dua kali kita lakukan. Sejauh ini dilakukan di Pantai Selatan pulau Jawa,” tambahnya.Selain itu, Menteri Perhubungan juga berkesempatan berkunjung ke tempat pembuatan ikan asin. Budidaya pembuatan ikan asin ini merupakan ide kreatif dari para nelayan sebagai pekerjaan pengganti. Para nelayan ini dibekali bimbingan untuk melakukan produksi yang bersih dan higienis.”Ide kreatif dari masyarakat juga memberikan suatu kail yaitu membudayakan kegiatan pembuatan ikan asin. Tadi saya coba ikan asinnya enak sekali. Yang dilakukan adalah memberikan suatu bimbingan kepada mereka, supaya ikan asinnya bersih higienis,” jelas Menhub.BANDARA SUKABUMI AKAN DIBANGUN DI CIKEMBARPada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan beserta PJ Gubernur Jawa Barat M. Iriawan menjelaskan perkembangan pembangunan Bandara Sukabumi yang rencananya akan dibangun di daerah Cikembar.”Pak Gubernur kemarin baru liat ke Cikembar, Pemda akan menyelesaikan pembebasan tanah tahun ini. Tahun depan kita akan mulai pembangunan,” jelas Menhub.Ditambahkan oleh Iriawan, pemilihan daerah Cikembar dikarenakan lokasinya yang berada di tengah antara pusat kota Sukabumi dan Pelabuhan Ratu.”Kenapa Cikembar, karena dekat 30 km ke Kota Sukabumi, dan 30 km ke Pelabuhan Ratu,” ungkap Iriawan.Sementara itu untuk pembangunan Bandara Sukabumi ini, Kementerian Perhubungan akan menyiapkan anggaran sebesar 300-400 milyar rupiah untuk pembangunan infrastruktur. Bandara ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2021 atau 2022.”Anggaran dari Kemenhub. Nanti pembebasan tanah dari pemda, pembangunan dari pemerintah pusat. Anggaran kita siapkan kira kira 300-400 milyar. Dan targetnya antara tahun 2021 atau 2022,” tutup Menhub Budi Karya.Dalam kunjungannya Menteri Perhubungan turut didampingi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha beserta PJ Gubernur Jawa Barat M. Iriawan. (LNM/TH/RK/BI)

Sumber: http://www.dephub.go.id/post/read/guna-bantu-nelayan-yang-tidak-bisa-melaut,-kemenhub-giatkan-padat-karya