Harga Beras Bergerak, Pemerintah Pastikan Stok Aman

0
1

Pemerintah memutuskan menolak mengimpor beras walau harga beras menunjukkan sedikit kenaikan pada musim kemarau.

“Meski ada kenaikan, tapi harga beras ini kami anggap tetap stabil karena tidak berpengaruh ke inflasi Juli 2018” — Suhariyanto

Menurut situs Harga Pangan, harga rata-rata beras di Indonesia naik sedikit dari Rp11.650 menjadi Rp11.700 per kilogram (Kg).

Kenaikan sebesar 0,4 persen ini membuat sinyal di Harga Pangan memerah. Presiden Joko Jokowi Widodo Jumat (3/8/2018) kemarin, memanggil sejumlah menteri untuk mengantisipasi dan memastikan stok beras agar mencukupi.

Mereka yang dipanggil adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Selain itu turut pula Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso

Darmin memastikan, stok beras saat ini aman hingga panen tahun depan. Kenaikan harga beras diduga terjadi karena pedagang mulai menaikkan harga seiring kondisi kekeringan yang terjadi di beberapa tempat. “Bisa saja di beberapa tempat keringnya sudah agak (parah) sehingga pedagang coba-coba menaikkan harga,” katanya, .

Harga beras yang mulai naik sedikit ini terjadi sejak Juli lalu. Menurut hitungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, kenaikan harga jual beras tersebut sudah terlihat di tingkat penggilingan.

Harga beras rata-rata di tingkat grosir naik tipis 0,24 persen dan harga beras di tingkat eceran naik 0,02 persen. Untuk beras premium, di tingkat penggilingan naik 0,82 persen menjadi Rp9.105 per Kg, beras medium naik 0,68 persen ke angka Rp9.198 per kg.

“Meski ada kenaikan, tapi harga beras ini kami anggap tetap stabil karena tidak berpengaruh ke inflasi Juli 2018,” ujar Suhariyanto, Rabu (1/8/2018) seperti dikutip dari CNN Indonesia. Inflasi bahan makanan pada bulan Juli sebesar 0,86 persen, lebih dipengaruhi kenaikan harga ayam ras dan telur ras.

Darmin menyatakan, impor tak menjadi pilihan. Menurut Budi Buwas Waseso, stok beras yang ada di gudang hampir 2,2 juta ton. Stok ini lebih dari cukup untuk melakukan operasi pasar.

Menurut Buwas, justru saat ini beras sedang banyak-banyaknya. Gudang Bulog di Jawa penuh dan penyerapan beras dari petani juga tinggi. “Nah ini artinya, kita siap menghadapi kekeringan itu, (stok) hampir 2,2 juta ton,” kata Buwas, seperti dinukil dari Detik Finance.

Dengan stok tersebut, Darmin tidak melihat ada masalah terkait stok pangan. Stok itu malah bakal bertambah 1 juta ton lagi dari panen raya di beberapa daerah pada September nanti. Buwas memperkirakan, stok beras Bulog di akhir tahun bisa mencapai 3 juta ton.

Stok ini ideal. Menurut rekomendasi badan pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization) setiap negara perlu stok bahan pangan pokok sebesar 2,5-3,5 persen dari total konsumsi.

Jika beras yang dikonsumsi dalam setahun sekitar 32 juta ton, maka stok Indonesia seharusnya 800 ribu-1,12 juta ton.

Bahkan, saat ini Bulog menyiapkan 500 ribu ton beras untuk operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga. “Sudah kami hitung dan sudah siap. Tinggal dilihat nanti kebutuhannya,” kata Buwas.

Sumber: http://www.bulog.co.id/berita/37/6681/10/8/2018/Harga-Beras-Bergerak,-Pemerintah-Pastikan-Stok-Aman.html