Satu Bulan, Kapolri Copot Empat Polisi Berpangkat AKBP

0
6

Tribratanews.com- Kapolisian Republik Indonesia dalam satu bulan terakhir mencopot empat orang perwiranya yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).Pencopotan perwira menengah (Pamen) tersebut terjadi karena sejumlah kasus, mulai dari tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil hingga mengonsumsi narkoba.Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, pencopotan para perwira tersebut merupakan bentuk ketegasan pimpinan Polri. Karena setiap anggota Polri yang melanggar hukum langsung ditindak tegas.”Itu bentuk ketegasan pimpinan Polri agar Polri semakin baik. Siapa yang tidak benar kita tindak tegas, copot dalam hitungan jam,” ujar Iqbal di Jakarta belum lama ini.Iqbal mengungkapkan, tindak tegas tidak hanya dilakukan kepada perwira menengah Polri.Tapi juga kepada para perwira tinggi Polri yang melakukan pelanggaran pun akan dilakukan tindakan dengan tegas.”Pengawasan di Satker SDM ada SMK, Sistem Monitoring Kinerja,” tutur Iqbal.Keempat perwira tersebut adalah, AKBP Sunario, AKBP Bambang Widjanarko, AKBP M Yusuf dan yang teranyar AKBP Hartono.Nama Perwira & KasusnyaAKBP M Yusuf, Kasubdit Perwakilan Orang Asing Direktorat Pamobvit Polda Bangka Belitung (Babel), dicopot setelah beredar videonya menendang seorang ibu-ibu yang diduga maling di minimarket miliknya.AKBP Sunario, Kapolres Ketapang, Kalimantan Barat. Dia dicopot karena membuat kerja sama dengan kepolisian China tanpa izin dari Mabes Polri.AKBP Bambang Wijanarko semula menjabat Kapolres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Dia dicopot karena diduga berselingkuh.AKBP Rachmat Kurniawan, Kapolres Sanggau, dicopot karena terbukti melanggar kode etik, yaitu menyelewengkan anggaran pengamanan Pilgub Kalimantan Barat.Terakhir, AKBP Hartono Wadir Narkoba Polda Kalimantan Barat, dicopot karena tertangkap mengambil 23 gram sabu hasil tangkapannya sendiri untuk dikonsumsi.Kapolri Marah BesarUntuk kasus AKBP M Yusuf Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat marah besar atas tindakan perwira tersebut.Pasalnya, M Yusuf menendang dan memukul ibu serta bocah komplotan pencuri di minimarket miliknya. Tito meminta budaya arogansi dihilangkan.”Bagaimanapun, orang yang sudah menyerah, tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain, itu tidak boleh dilakukan kekerasan. Itu prinsipnya (program) Promoter. Juga sama hilangkan budaya arogansi, jangan sok-sok petugas kemudian pada pelaku kejahatan begitu,” kata Tito kepada wartawan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).Pemukulan itu berawal dari kasus pencurian yang tertangkap tangan pada Rabu (11/7) pukul 19.00  WIB. Rekaman pemukulan itu kemudian viral.AKBP M Yusuf lalu dicopot dari jabatan Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/7).Tito melarang anggotanya berperilaku agresif dan melakukan kekerasan berlebihan kepada pelaku kejahatan.Apalagi jika pelaku sudah menyerah dan tidak berdaya.”Budaya kekerasan juga tidak boleh. Agresif ini juga harus ditekan. Ini kekerasan eksesif. Orang sudah nggak berbuat apa-apa ditendang. Eksesif itu! Maka saya mengambil tindakan tegas, yaitu mencopot yang bersangkutan, nonjob,” terang Tito.Tito menyampaikan akan memberi sanksi kode etik kepada AKBP Yusuf selain mencopot jabatannya.Dia berharap sanksi tegas yang diberikan kepada AKBP Yusuf dapat menjadi pelajaran bagi anggotaPolri lainnya.”Kalau ada ibu-ibu yang sudah menyerah, yang mungkin dia mengutil karena lapar gitu ya, tidak usah berlebihan, tidak usah dilakukan kekerasan,” ujarnya.Polisi menyebut AKBP Yusuf memukul Desy, ibu-ibu pencuri itu, karena tersulut emosi.Sebab, Desy hanya menjawab tidak tahu dan mengaku tidak punya KTP.Desy kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7). Dia terbukti melakukan pencurian dan divonis hukuman percobaan 3 bulan.(Tribratanews.com)

Bagaimanapun, orang yang sudah menyerah, tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain, itu tidak boleh dilakukan kekerasan. Itu prinsipnya program Promoter. Juga sama hilangkan budaya arogansi, jangan sok-sok petugas kemudian pada pelaku kejahatan begitu

Sumber: https://www.tribratanews.com/satu-bulan-kapolri-copot-empat-polisi-berpangkat-akbp/