Kukuhkan 1000 Sahabat Peduli ODHA, Mensos Berharap Masyarakat Sadari Bahaya HIV/AIDS

0
2

Melalui Sahabat Peduli ODHA, masyarakat juga diharapkan menghapus stigma diskriminasi ODHA di keluarga dan masyarakat

JAKARTA, RABU (12/12/2018) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita turut prihatin dengan masih tingginya angka pengidap HIV AIDS di Indonesia. Terlebih, kelompok terbesar yang terpapar HIV AIDS adalah kelompok usia produktif.

“Perlu juga diketahui, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki lembaga rehabilitasi milik pemerintah, meski angka HIV AIDS di Indonesia bukan tertinggi di dunia. Hal ini mengandung arti bahwa pemerintah memiliki perhatian yang serius terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS” — Mensos

Untuk menangani masalah ini, Kementerian Sosial telah mengambil langkah-langkah antisipatif yang tepat dan terencana. Salah satunya, dengan pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, yang dilakukan Menteri Sosial hari ini.

“Mereka yang dikukuhkan diharapkan dapat menjadi pioneer, agent-agent di masyarakat yang memberikan pemahaman yang tepat dan benar tentang HIV AIDS,” kata Mensos dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 dan Pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA tahun 2018, melengkapi kegiatan serupa, yakni pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, yang dilakukan tahun 2007.

Selanjutnya, mengutip data Kementerian Kesehatan 2018, Mensos menyatakan, mencatat mereka yang terpapar sebanyak 301.950 kasus HIV dan 108.829 kasus AIDS. Penyebaran tertinggi pada kelompok umur 20 – 29 tahun.

“Ini sangat mengkhawatirkan karena populasi tertinggi justru pada usia produktif yang seharusnya jadi subjek dan penggerak pembangunan,” kata Mensos.

Kondisi mereka yang tertular HIV AIDS, tentu saja sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek fisik dan psikologis. “Pada gilirannya, hal ini bisa menjadi masalah sosial ketika terjadi diskriminasi. Oleh karena itu penanganan HIV AIDS haruslah komprehensif,” Mensos menambahkan.

Mensos berharap, melalui Sahabat Peduli ODHA, masyarakat dapat memahami, sekaligus menghindari penyebaran virus HIV AIDS dan menjadi sahabat mereka yang telah terdampak untuk bangkit bersama menatap masa depan yang lebih cerah.

Selain melalui Sahabat Peduli ODHA, Kementerian Sosial juga menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi sosial bagi mereka yang terdampak HIV melalui Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV.

Saat ini Kementerian Sosial telah memiliki tiga Balai dan Loka, yaitu ; Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Wasana Bahagia Ternate, untuk penanganan wilayah timur, Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Bahagia Medan, untuk penanganan wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Loka Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Kahuripan Bekasi dengan wilayah kerja Pulau Jawa, NTB, dan Bali.

“Perlu juga diketahui, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki lembaga rehabilitasi milik pemerintah, meski angka HIV AIDS di Indonesia bukan tertinggi di dunia. Hal ini mengandung arti bahwa pemerintah memiliki perhatian yang serius terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS,” kata Mensos.

Menurut Mensos, peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 dengan tema “Saya Berani Saya Sehat” sangatlah strategis dalam rangka mengingatkan bangsa ini bahwa kita memiliki persoalan besar tentang penanggulangan HIV AIDS.

Mensos mengingatkan, kita memiliki pekerjaan besar yakni memulihkan kondisi psikososial mereka yang tertular HIV AIDS melalui rehabilitasi sosial. Tujuannya agar mereka dapat menjalankan fungsi sosialnya secara wajar. “Dalam bahasa sehari-hari kita sebut mereka dapat berfungsi sosial,” lata Mensos.

Mensos memaknai slogan: Saya berani, Saya Sehat dalam arti dalam situasi terpapar HIV AIDS kita harus tetap optimistis, berani tampil di tengah masyarakat, tetap berkarya, tetap semangat menyongsong masa depan, sehingga kemudian hidup kita menjadi sehat.

*Peringatan Hari AIDS Sedunia 2018*

Pada bagian lain Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menyatakan, rekrutmen dan pembinaan terhadap 1.000 Sahabat Peduli ODHA tahun 2018, dilaksanakan di Provinsi Lampung sebanyak 250 orang, Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 250 orang kemudian dilanjutkan dengan mengukuhkan 500 Sahabat Peduli ODHA di di Provinsi DKI Jakarta.

“Pelaksanaannya diadakan bersamaan dengan puncak Hari AIDS Sedunia 2018. Mereka inilah yang nantinya menjadi juru bicara di lingkungannya untuk menjelaskan akan bahaya penularan virus HIV,” kata Edi

Hari AIDS Sedunia atau Hari AIDS Internasional diperingati setiap 1 Desember untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan aksi nyata terhadap pencegahan AIDS di seluruh dunia, dan bagaimana memperlakukan orang dengan HIV-AIDS (ODHA) tanpa diskriminasi dan dengan pendekatan Hak Asasi Manusia.

Terkait peringatan Puncak Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2018 Kementerian Sosial melalui Direktorat RSTS dan KPO melaksanakan kegiatan ” PENTAS SAHABAT ODHA DAN PENGUKUHAN 1000 SAHABAT PEDULI ODHA” di kantor Kementerian Sosial Jakarta.

Puncak HAS 2018 dilaksanakan dalam bentuk pertemuan dengan sahabat ODHA sekaligus menjadi bagian rangkaian kegiatan puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2018.

Pentas Sahabat Peduli ODHA dimaksudkan sebagai upaya pencegahan AIDS di berbagai kalangan yang oleh para relawan, pendamping ODHA, para mitra dan seluruh komponen masyarakat untuk menyatakan komitmen bersama untuk mensosialisasikan pencegahan menularnya HIV-AIDS, dan digaris depan dalam menghilangkan stigma diskriminasi ODHA di keluarga dan masyarakat.

Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI

Sumber: https://www.kemsos.go.id/siaranpers/kukuhkan-1000-sahabat-peduli-odha%E2%80%99-mensos-berharap-masyarakat-sadari-bahaya-hivaids