PERTEMUAN OPTIMALISASI PROGRAM BDD

0
1

Langsa, 7-12-2018 Perkembangan kasus Demam Berdarah (DBD) yang cenderung meningkat dan penyebarannya yang semakin luas merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas

menjadi terdepan dalam mengendalikan Demam Berdarah. Pemerintah telah membuat program penanggulangan dan pemberantasan penyakit DBD, namun di duga belum efektif dan efisien dalam menurunkan kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penanggulangan DBD di Puskesmas dan desa.

DBD di Indonesia pertama kali ditemukan di Surabaya dan Jakarta tahun 1968, seiring dengan peningkatan transportasi dan mobilisasi penduduk terjadi penyebaran keseluruh wilayah Indonesia. Sejak tahun 2005 DBD ditemukan diseluruh propinsi dengan rata- rata kasus 122.676 /tahun dan kematian 1.031/tahun. Dengan penyebab Faktor alam dan factor manusia.

Dalam pelaksanaan program pemberantasan DBD pemerintah kota Langsa berkoodinasi dengan tingkat kecamatan, desa dan instansi untuk peningkatan peran serta masyarakat terutama dalam pelaksanaan Pembrantasan Sarang Nyamuk (PSN), Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang (3M)) plus. Dan mendorong terlaksananya Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan melakukan penyuluhan.

Dalam rangka pemberantasan DBD pemerintah Kota Langsa melaksanakan pertemuan optimalisasi lintas sektor/lintas program, penguatan program DBD. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing instansi dan diantaranya perwakilan dari PTPN I sebanyak dua personel.

Personel yang berhadir pada hari itu akan menjadi Jumantik di dalam rumah dan dan lintas sector. Pemberantasan DBD diawali oleh masing-masing rumah tangga, RW dan desa dengan melaksanakan program pemerintah pemberantasan virus aedes aegpti dan aedes albopictus. Kader yang telah ditunjuk harus melakukan pembinaan dan pemantauan pelaksanaan Jumantik rumah dan jumantik lingkungan.

Juru pemantau jentik adalah orang yang melakukan pemerikasaan, pemantau dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes Aegpti dan Aedes Albopictus. Progran Jumantik 1 rumah 1 jumantik sangat mengandung makna yang luas tidak hanya pemukiman namun namun juga bangunan sekolah perkantoran tempat ibadah  pelabuhan dalain-lain kesemuanya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat untuk memberantas virus DBD.

Sumber: http://www.bumn.go.id/ptpn1/berita/1-PERTEMUAN-OPTIMALISASI-PROGRAM-BDD