Kekurangan Air Bersih, Warga Bantul Terima 2 Unit Sumur

0
1

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

“Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih, baik karena kondisi alam, maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air” — Harya

NOMOR: 227.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 17 Maret 2019

Kekurangan Air Bersih, Warga Bantul Terima 2 Unit Sumur

Merupakan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik ternyata Pulau Jawa masih menyisakan permasalahan sulit air bersih. Hal ini yang membuat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah aktif guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya, daerah yang kaya destinasi wisata ini ternyata memiliki beberapa area yang sulit air bersih. Meski hanya berjarak +- 10 km dari pusat kota Yogyakarta, masih ada saja masyarakat yang kesusahan memperoleh air untuk kehidupan sehari-hari.

Badan Geologi Kementerian ESDM pada Tahun Anggaran 2018, membangun 2 unit sumur Bor untuk Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo tepatnya di Dusun Tangkil dan di Dusun Gunungcilik. Mewakili Menteri ESDM, Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM, Ir. Harya Adityawarman, Sabtu (16/3) menyerahkan secara resmi kedua sumur bor tersebut kepada Pemerintah Bantul untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih, baik karena kondisi alam, maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air,” ungkap Harya dalam sambutannya.

Untuk itu lanjut Harya, program seperti ini memang sedang digalakkan Pemerintah untuk seluruh wilayah di Indonesia. Mengingat air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, dan salah satu tugas Badan Geologi Kementerian ESDM adalah memberikan pelayanan masyarakat terhadap penyediaan sarana air bersih.

Hal ini juga diamini oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul, Bambang Guritno yang turut hadir dalam acara tersebut.

“Mengingat kondisi geografis di wilayah bagian timur Kab. Bantul yang berupa perbukitan, banyak masyarakat di sejumlah wilayah tersebut masih menghadapi kendala ketersediaan air bersih terutama pada musim kemarau,” terang Bambang.

Bambang Guritno mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan 2 unit sumur bor ini. Bambang juga berharap kedepannya masih akan ada bantuan untuk beberapa kawasan di Kabupaten Bantul lainnya.

“Sehingga dengan dibangunnya sumur bor ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat, sehingga tidak lagi mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih” harap Bambang.

Sumur bor yang dibangun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten seluruh Indonesia. Sampai dengan tahun 2018, sebanyak 2.288 tah berhasil dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun, yang dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa.

Untuk Kabupaten Bantul sendiri, sejak tahun 2006 hingga 2018 telah berhasil dibangun sebanyak 37 unit sumur bor, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 2,27 juta m3 per tahun dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sebanyak 103 ribu jiwa penduduk. (KA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Sumber: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/kekurangan-air-bersih-warga-bantul-terima-2-unit-sumur