PKH Sebagai Ikhtiar Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan

0
1

Lumajang, 11 Maret 2019 -Bertempat di GOR Wira Bhakti Kab. Lumajang Jawa Timur, Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mewakili Peesiden Joko Widodo hadir dalam Acara Sosialisasi dan Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai program yang sudah terbukti berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, anggota III BPK, Achsanul Kosasih, Anggota Komisi XI DPR RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi, Ketua DPRD Kab. Lamongan, Agus Wicaksono, Dandim 0821, Letkol Inf. Ahmad Fauzi, Kapolres Lumajang, AKBP Asra Sahban, SAM Kemensos, Sahabuddin, Inspektur Jenderal, Dadang Iskandar, Sekretaris Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Justina Dwi Noviantari, Kepala Biro Umum, Adi Wahyono, Kepala Biro Humas, Sonny Manalu dan seribu KPM PKH, turut hadir dalam acara penting ini.

Ibu Sapti Masruro Anugrah (Kecamatan Lumajang) dan Ibu Masilah (Kecamatan Sumbersuko) mendapat kehormatan untuk menerima bantuan secara simbolis oleh Menteri Sosial. Apresiasi dalam bentuk tabungan dari BNI masing-masing sebesar satu juta rupiah diberikan kepada anak-anak berprestasi dari KPM PKH adalah Ruri Viera Veronica, Juara 1 POOMSAE PRAKADET Kejuaraan Taekwondo se-Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, Ria Yulianti, peraih Medali Emas dan Perak lomba lari 100 meter dan 400 meter dalam ajang Paralympian Games Pelajar, Adzyraatul Luthfiah, Juara 2 MTQ Tingkat SMP kategori putri PAI Nasional.

Dua orang KPM PKH Graduasi Mandiri Sejahtera Tahun 2018, Ibu Maruche Rimbawato (usaha mebel), Ibu Maryanah, usaha toko kelontong, hadir dalam acara sosialisasi ini.

Rekapitulasi bantuan sosial tahap I Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, sejumlah 1.653.483 KPM PKH dengan total bantuan sejumlah Rp. 1.954.834.275.000. Untuk Kabupaten Lumajang sebesar 46.398 keluarga dengan Bantuan Sosial PKH sebesar Rp. 54.327.250.000,-

Dialog Nasional

Acara dilanjutkan dengan dialog nasional dengan narasumber Menteri Sosial, anggota BPK III dan anggota DPR RI Komisi XI. Dalam pernyataannya, Agus Gumiwang menyampaikan bahwa “sinergi bersama perlu dikuatkan agar program pemerintah bisa sesuai dengan Target 6T (tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas dan tepat kuantitas).”

Dengan suasana penuh keakraban Menteri Sosial memanggil perwakilan KPM PKH untuk maju ke depan dan menjawab pertanyaannya yang sengaja dibuat sedehana tapi menyangkut visi dan misi PKH. “Ibu, nama Ibu siapa?” Dijawab oleh KPM PKH : “Tati” Lanjut Mensos lagi “Apakah duit bantuan PKH boleh Ibu gunakan untuk membeli tas sekolah? buat beli sepatu sekolah, Bu? “Buat beli lauk pauk, boleh tidak, Bu?” Lalu Ibu Tati sambil tersenyum menjawab dengan “boleh Pak Menteri”.

“Kalau diminta uangnya sama suami, boleh tidak?Kalau buat beli sepatu suami? PKH buat beli rokok, boleh tidak, Bu?” tanya Menteri Sosial lagi. “Tidak boleh dong, Pak!” jawab KPM PKH tersipu. Mensos melanjutkan bertanya lagi : “Wah, berarti Ibu ini tidak sayang dong sama suami Ibu!”. Tanpa ragu KPM PKH menjawab “Saya sayang pak sama suami, tapi duit PKH kan punya anak-anak, Pak!” Mendengar jawaban ini, kontan Menteri Sosial langsung memeluk Ibu Tati yang diikuti seluruh hadirin di GOR Wira Bhakti Lumajang dengan sambutan tepuk tangan. Menteri Sosial pun memuji ketegasan Ibu Tati sambil memberikan hadiah kepada KPM.

Menteri Sosial juga berterima kasih kepada pendamping PKH atas kinerjanya membantu pelaksanaan PKH. Dirinya pun memberi kesempatan kepada pendamping PKH untuk maju ke depan dan menjawab pertanyaannya. Kali ini ia meminta pendamping PKH yang laki-laki untuk maju dan menjawab pertanyaanya tentang angka kemiskinan dan gini ratio sambil memberikan alternatif jawaban. Pendamping menjawab pertanyaan Pak Mensos dengan mudah. Hadiah kenang-kenangan dari BNI 46 Kab.Lumajang-pun diberikan oleh Agus Gumiwang kepada pendamping PKH yang beruntung.

Sumber: https://www.kemsos.go.id/berita/pkh-sebagai-ikhtiar-pemerintah-turunkan-angka-kemiskinan