Sosialisasi Penyaluran BPNT dan PKH dilaksanakan di Pangkal Pinang

0
1

Pangkal Pinang, UHH Setditjen PFM – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Karasasmita bertemu dan berdialog dengan 1.200 Penerima Program PKH dan Program BPNT di Pangkal Pinang.

Dialog dengan para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilaksanakan di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, Kamis, Pukul 13.00 WIB.

“Informasi ini akan coba terus kami cari solusi nya. Sehingga kedepannya masalah-masalah seperti ini akan berakhir” — Dirjen PFM

Perlu diketahui, Bantuan Sosial Tahap I Provinsi Bangka Belitung Tahun 2019 sebesar Rp33.934.130.000 dengan rincian PKH untuk 22.221 keluarga sebesar Rp29.153.750.000 dan BPNT untuk 43.458 keluarga sebesar Rp4.780.380.000.

Sementara Bantuan Sosial Tahap I Kota Pangkal Pinang Tahun 2019 sebesar Rp33.934.130.000 dengan rincian PKH untuk 3.475 keluarga sebesar Rp4.493.325.000 dan BPNT untuk 5.679 keluarga sebesar Rp624.690.000.

Dirjen PFM bersama Korteks dan TKSK

Setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah, Dirjen PFM menyempatkan diri untuk bertemu dengan teman-teman pendamping untuk menampung masukan langsung terkait program penanganan fakir miskin baik BPNT, Rastra, Rutilahu, dan KUBE.

Kali ini Dirjen PFM, Andi ZA Dulung, di dampingi Direktur PFM Wilayah I, AM. Asnandar bersama Kadis Sosial Provinsi Bangka Belitung serta Kabid PFM Provinsi Bangka Belitung melakukan dialog terkait proses penyaluran selama ini di Pangkalpinang, bersama Korteks dan TKSK diKantor Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitu.

Pertemuan ini ekaligus memperkenalkan koperasi yang telah di bentuk dalam upaya penanganan fakir miskin, yaitu KJMIS. Program Kube yang seharusnya dapat berkembang untuk selanjutnya menjadi koperasi tetapi sangat sulit jika dilakukan secara sporadis karena beberapa kendala seperti akses kenotaris. Sehingga dibentuklah sebuah koperasi primer nasional yang dapat dipergunakan sebagai wadah gotong royong meningkatkan Kesejahteraan.

“Melalui Koperasi ini menggunakan fitur digital atau Koperasi Digital. Hal ini mendukung gagasan Pemerintah dalam mendorong gerakan Non Tunai”, tambah beliau.

Permasalahan tentang salah nama, saldo nol masih menjadi bahasan disetiap pertemuan dengan para pendamping. Disampaikan oleh Dirjen PFM, Beberapa kartu yg sudah dicetak tapi belum sebarkan itu karena kesalahan nama tersebut. Tugas pemda dan teman-teman inilah, yg harus melakukan pengecekan terhadap KPM yang hasil nya di sampaikan kepada dinas sosial, itulah pentingnya verivali data untuk meminimkan hal-hal seperti ini, imbuh Dirjen PFM.

“Informasi ini akan coba terus kami cari solusi nya. Sehingga kedepannya masalah-masalah seperti ini akan berakhir”, ujar Dirjen PFM di akhir pertemuan dengan para Koteks dan TKSK

Sumber: https://www.kemsos.go.id/berita/sosialisasi-penyaluran-bpnt-dan-pkh-dilaksanakan-di-pangkal-pinang