Kunjungan Diplomat Muda ke Kementerian BUMN

0
1

Kunjungan Diplomat Muda ke Kementerian BUMN

JAKARTA – Rabu lalu (19/6), ada pemandangan berbeda di Kementerian BUMN. Terlihat beberapa pemuda asing datang mengenakan pakaian batik dan langsung menuju lantai 6. Siapa sangka, mereka adalah diplomat muda negara sahabat, yang berasal dari Irlandia, Papua Nugini, Kolombia, Peru, Kosta Rika, Mozambik, Ukraina, Nepal, Kepulauan Solomon, Timor Leste, dan Tuvalu.

Kesebelas diplomat muda ini diterima oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Bapak Fajar Harry Sampurno dalam rangkaian program Friends of Indonesia (FOI). FOI merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia dalam rangka promosi potensi ekonomi dan industri strategis nasional Indonesia serta perluas jaringan people to people contact kepada pejabat pemerintah negara sahabat.

Selama sepuluh hari ke depan, mereka akan mengunjungi 4 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Bagian dari kegiatan tersebut adalah berkunjung ke Kementerian BUMN dan beberapa perusahaan BUMN seperti PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Petrokimia Gresik.

Sebagian besar dari diplomat ini baru kali pertama datang ke Indonesia.

Kepada para diplomat muda tersebut, Deputi Fajar Harry menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 114 BUMN yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara dengan semangat pemersatu, “BUMN Hadir Untuk Negeri”. Dengan tingginya keragaman yang ada di Indonesia, sinergi antar BUMN memudahkan perusahaan dalam memberikan pelayanan dan produk untuk seluruh masyarakat Indonesia dan terus meningkatkan dividennya bagi negara.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Fajar Harry menjelaskan secara lengkap kondisi BUMN Industri Strategis di Indonesia, mulai dari sejarah, perkembangan terkini hingga capaian kinerjanya dari sisi bisnis dan ekonomi.

Dituturkan olehnya, saat ini PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) tercatat telah banyak mengekspor produknya ke luar negeri, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Nepal, dan negara-negara Afrika.

Di akhir paparan, Deputi Fajar Harry berpesan kepada para diplomat muda agar senantiasa menjaga persahabatan antarnegara, salah satunya melalui kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya bidang ekonomi sebagaimana yang disampaikan pula oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri yang mendampingi.

Diplomat Millenials

Hal yang menarik dari FOI ini adalah pesertanya yang berasal dari generasi millenial. Kehadiran diplomat muda ini dinilai strategis untuk turut mempromosikan Indonesia melalui jejaring media sosial yang mereka miliki. Sushil Ghimire misalnya, diplomat muda asal Nepal ini menyampaikan kegembiraannya berada di Indonesia dan mengetahui lebih banyak tentang budaya, ekonomi dan sosial negara ini. Begitu pula dengan Matias Zanella Giurfa, diplomat asal Peru yang menyampaikan bahwa ini adalah kali pertamanya datang ke Indonesia. Ia mengaku mendapat banyak pembelajaran dari keikutsertaan dalam program ini untuk diaplikasikan di negaranya. Matias juga mengapresiasi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan di atas berbagai macam perbedaan yang ada.

Sumber: http://www.bumn.go.id/berita/1–Kunjungan-Diplomat-Muda-ke-Kementerian-BUMN