Dua Kapal Perang TNI AL Tiba Di Malaysia

0
4

Setelah menyelesaikan

etape pertama Satgas Port Visit 2019 di Filipina, kini giliran Malaysia sebagai

“Semua agenda kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengusung tema Indonesian Maritime Envoy, yakni sebuah konsep sebagai sarana memanfaatkan kekuatan dan sumber daya maritim negara Indonesia, guna meningkatkan hubungan persaudaraan serta mempererat dan meningkatkan hubungan kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara” — Rasyid

negara kedua yang disinggahi oleh dua kapal perang TNI AL yakni KRI Bung Tomo-

357 dan KRI Sultan Iskandar Muda -367 yang telah tiba dan sandar di Dermaga

Markas TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) Sepanggar, Kota Kinabalu, Malaysia

pada Minggu (24/11) waktu setempat.

Usai sandar Komandan KRI

Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan selaku Komandan Satgas Port Visit

2019 didampingi Komandan KRI Sultan Iskandar Muda 367 Letkol Laut (P) Rasyid Al

Hafiz menerima kedatangan Atase Laut (Atal) Indonesia di Malaysia Kolonel Laut

(E) R. Lilik Asmoro, Konsul KJRI Cahyono dan perwakilan TLDM Kolonel Azhar

beserta staf dalam acara ramah tamah di Lounge Room KRI Bung Tomo-357.

Menurut rencana beberapa

agenda kegiatan juga telah disiapkan selama berada di Malaysia, seperti

Courtessy Call atau kunjungan persahabatan, olahraga bersama dengan Angkatan

Laut Malaysia, kemudian jamuan ramah tamah di salah satu kapal TNI AL yang

mengikuti Satgas Port Visit 2019. Dimana dalam acara tersebut para personel

satgas menampilkan beberapa tarian tradisional khas budaya Indonesia kepada

tamu undangan.

Sementara di tempat

terpisah mewakili Dansatgas Port Visit 2019 Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut

(P) Rasyid Al Hafiz menyampaikan jika seluruh kegiatan yang telah, sedang dan

akan dilaksanakan oleh satgas di tiap negara tujuan, tetap berdasar pada tema

yang mereka usung tahun ini.

“Semua agenda kegiatan

tersebut dilaksanakan dengan mengusung tema Indonesian Maritime Envoy, yakni

sebuah konsep sebagai sarana memanfaatkan kekuatan dan sumber daya maritim

negara Indonesia, guna meningkatkan hubungan persaudaraan serta mempererat dan

meningkatkan hubungan kerja sama antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara”,

pungkas Rasyid.

Sumber: https://tni.mil.id/view-165002-dua-kapal-perang-tni-al-tiba-di-malaysia.html