Gerakan Warung Nasional, Upaya Tingkatkan Daya Saing UMKM dengan Digitalisasi Warung

0
0

Pemerintah terus menggulirkan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) dan pengembangan kewirausahaan, salah satunya dengan mendukung terselenggaranya Festival Gerakan Warung Nasional.

Gerakan Warung Nasional yang diinisiasi Tokopedia ini merupakan suatu bukti bahwa teknologi sudah menyentuh pada ranah ritel tradisional yang diharapkan ke depannya mampu bersaing dengan ritel modern. Pada sisi lain, perkembangan teknologi 4.0 menuntut adanya percepatan implementasi berbagai aplikasi digital, termasuk di dalamnya adalah digitalisasi warung nasional.

Hal tersebut merupakan salah satu bagian dari e-commerce yang keberadaannya berpotensi untuk membuka dan memeratakan peluang usaha, khususnya bagi UMKM.

Berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM), di nusantara ini profesi wirausahawan/wati sebenarnya masih dianggap sebagai pilihan karier yang baik berdasarkan nilai-nilai sosial. Namun, dampak kewirausahaannya masih sangat rendah dan sulit berkembang pada level mikro.

Padahal, kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM),

pada 2018 jumlah UMKM di Indonesia sebesar 64,2 juta dan mampu menyerap 97,02 % dari total tenaga kerja, serta mampu berkontribusi terhadap PDB sebesar 60,34% atau Rp8.400 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,6 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan teknologi digital (platform e-commerce). Hasil studi Mckinsey menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia akan naik dari US$8 miliar di 2017 menjadi US$55-65 miliar pada 2022 dan proyeksi konsumsi individu secara online per tahun tumbuh dari US$260 di 2017 menjadi US$620 pada 2022 atau tumbuh sebesar 138%. Potensi ini tentunya merupakan peluang besar bagi UKM dan startup untuk terus mengembangkan bisnis dan berinovasi.

Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan bagi UMKM nasional dalam menghadapi pertumbuhan e-commerce yang pesat, antara lain harus siap dalam berkompetisi dengan produk UMKM global, mahalnya biaya pemasaran dan logistik, terbatasnya pengetahuan ekspor, kompleksitas peraturan pada tiap-tiap negara berbeda, dan rendahnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Untuk itu diperlukan kerja sama antara kementerian/lembaga (K/L) dan pemangku kepentingan terkait lainnya yang lebih luas lagi demi proses pembinaan terhadap UMKM yang berdaya saing tinggi. Dalam memberdayakan UMKM, pemerintah terus melakukan berbagai pembinaan guna meningkatkan inovasi dan teknologi, pengembangan produk, mempermudah standarisasi dan sertifikasi, serta memudahkan akses UMKM terhadap pembiayaan.

Pemerintah pun telah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp141,6 triliun di 2019 menjadi Rp190 triliun pada 2020, lalu juga menurunkan bunganya dari 7% menjadi 6%. Hal ini sebagai langkah agar daya saing UMKM nasional tak kalah dengan yang dari luar negeri. (rep/iqb)

Sumber: https://ekon.go.id/berita/view/gerakan-warung-nasional.5188.html