Kejati Aceh Tunggu Hasil Audit BPK Korupsi Pengadaan Keramba Jaring Apung

0
0

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh hingga kini masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan korupsi pengadaan keramba jaring apung di Kementerian Kelautan Perikanan dengan nilai Rp45,5 miliar.

“Perkembangan kasus masih seperti dulu. Penyidik masih menunggu hasil audit dari BPK,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal di Banda Aceh, Senin.

“Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangkanya lebih dari satu. Jika ada penambahan tersangka, akan kami kabari nanti. Bertambah atau tidaknya tersangka tergantung proses di penyidikan yang kini masih berlangsung” — Munawal

Munawal menyebutkan audit atau pemeriksaan untuk mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus tersebut. Jika audit sudah diketahui, maka penyidikan perkara bisa ditingkatkan ke tahap berikutnya.

Terkait dengan tersangka, Munawal menyebutkan hingga kini tersangka masih satu orang atas nama Dendi, mantan Direktur PT Perikanan Nus. Jumlah tersangka bisa bertambah tergantung hasil penyidikan.

“Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangkanya lebih dari satu. Jika ada penambahan tersangka, akan kami kabari nanti. Bertambah atau tidaknya tersangka tergantung proses di penyidikan yang kini masih berlangsung,” kata Munawal menyebutkan.

Kejati Aceh mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan proyek percontohan budi daya ikan lepas pantai pada Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Direktorat Pakan dan Obat Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sejak 2018.

Proyek tersebut dilaksanakan pada 2017 dengan anggaran Rp50 miliar. Proyek pengadaan tersebut dimenangkan PT Perikanan Nus dengan nilai kontrak Rp45,58 miliar.

Selain itu juga terdapat indikasi kelebihan bayar. Kementerian Kelautan dan Perikanan membayar 89 persen dari seharusnya 75 persen pekerjaan. Total yang dibayarkan Rp40,8 miliar lebih dari nilai kontrak Rp45,58 miliar. (pd)

Sumber: https://www.kejaksaan.go.id/berita.php?idu=0&id=14778&hal=1