LPEI Ikut Mendorong Ekspor dan Jaga Kualitas Kredit Perbankan

0
0

Jakarta, 24/06/2020 Kemenkeu – Di tengah pandemi Covid-19, penurunan perdagangan global ekspor nonmigas turut memukul kinerja ekspor. Selain itu, eksportir juga terkendala oleh daya dukung pembiayaan, dan juga risiko terhadap kualitas kredit bagi perbankan. Kerja sama bank dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam program penjaminan kredit dapat meningkatkan daya dorong ekspor nonmigas.

Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas, menyampaikan bahwa LPEI ikut memperkuat bisnis penjaminan agar semakin berkontribusi meningkatkan ekspor untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. LPEI diberikan mandat untuk mendorong pembiayaan ekspor sebagai kredit pendukung (credit enhancer) dan mengisi kesenjangan pasar (fill the market gap).  

“Kita sama-sama meningkatkan kapasitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor nasional” — James

“Selain pembiayaan ekspor, LPEI dapat memberikan penjaminan kredit bank. Jadi, LPEI mempertegas posisinya sebagai credit enchancer,” tegasnya dalam Web Seminar “Efektivitas Stimulus Fiskal dan Sektor Keuangan Untuk Menghidupkan Sektor Rill di Masa Pandemi” yang dilaksanakan Majalah Infobank, Selasa (23/06). 

Sebagai lembaga yang memiliki sovereign status, LPEI dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan sejumlah ketentuan. Beberapa diantaranya adalah pembobotan ATMR (aset tertimbang menurut risiko) sebesar 0%, aset yang dijamin berkualitas lancar, dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK).

“Ruang lingkup penjaminan kredit LPEI adalah pembiayaan dalam bentuk modal kerja. Selain itu, kredit investasi, seperti untuk ekspansi usaha,” ujarnya 

Hal itu bertujuan mendorong perluasan share perbankan untuk memberikan kredit kepada sektor berorientasi ekspor.

Tidak hanya itu, program penjaminan kredit ekspor dari bank-bank itu punya banyak untungnya. Pertama, bagi eksportir, penjaminan kredit ini diharapkan dapat meningkatkan akses eksportir pada sumber pendanaan. Dengan demikian, dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor nasional.

Kedua, keuntungan bagi bank, karena LPEI sebagai lembaga yang memiliki sovereign status, maka kredit yang dijamin LPEI bobot Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar 0%. Juga, aset yang dijamin memiliki kualitas lancar, dan sekaligus pengecualian perhitungan Batas Maksimum Pemberikan Kredit (BMPK). Sehingga, bank yang menyalurkan kredit ekspor, jika dijamin LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit.  

Sementara bagi LPEI, penjaminan ini dapat meningkatkan fee sebagai penjamin sekaligus sharing risiko dengan bank. Dengan demikian, tidak perlu ada kesan persaingan bank dengan LPEI. 

“Kita sama-sama meningkatkan kapasitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor nasional,” pungkas James. (nr/ds)

Sumber: https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/lpei-ikut-mendorong-ekspor-dan-jaga-kualitas-kredit-perbankan/