BSN Jelaskan Keamanan Penggunaan Thermo Gun di Suara Jakarta JakTV

0
0

Salah satu alat yang banyak digunakan dalam pelaksanaan protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19 adalah thermo gun. Namun ada anggapan bahwa thermo gun berbahaya bagi manusia.

Pendapat tersebut ditepis oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia BSN, Ghufron Zaid dalam tayangan Suara Jakarta di JakTV pada jumat (31/7/2020) malam menjelaskan, “Thermo gun adalah nama lain dari thermometer non kontak, yang menangkap radiasi panas yang dipancarkan oleh badan manusia atau benda. Cara kerja thermo gun adalah pancaran radiasi pada panjang gelombang 800 mikro meter sampai 1 milimeter ditangkap oleh sensor thermo gun menjadi listrik dan ditampilkan menjadi suhu.”

“Thermo gun klinik tidak mengeluarkan sinar laser apapun, sedangkan cahaya merah atau laser pada thermo gun industri bertujuan untuk menunjukkan posisi saja” — Ghufron

Ghufron mengungkapkan bahwa terdapat dua jenis thermo gun yaitu thermo gun klinik dan thermo gun industri.

Thermo gun klinik terdapat tulisan medical di sisi sampingnya, dan memang dipergunakan untuk manusia dengan rentang suhu dari 32 derajat hingga 42 derajat celcius. Sedangkan thermo gun industri pada umumnya berwarna kuning dan untuk mengukur panas dengan rentang 50 derajat hingga 1000 derajat celcius.

Thermo gun industri digunakan di industri untuk mengukur panas benda-benda seperti logam yang suhunya mencapai lebih dari 100 derajat celcius.

Ghufron kembali menjelaskan, American Society for Testing and Materials atau yang dikenal dengan ASTM International adalah salah satu standar internasional yang memberikan ukuran akurasi untuk termometer klinis atau kesehatan manusia dan sudah diadopsi oleh Kementerian Kesehatan dengan toleransi akurasi sampai dengan 0,3 derajat celcius.

Termometer yang menempel atau kontak langsung pada tubuh manusia lebih akurat dengan akurasi sampai dengan 0,1 derajat celcius.

Terkait cahaya laser yang terdapat pada thermo gun, Ghufron juga menjelaskannya secara gamblang bahwa antara cahaya laser dengan infra red adalah dua hal yang berbeda. Laser terdapat pada semua alat yang menghasilkan sinar monokromatik atau satu panjang gelombang tampak. Sedangkan infra red adalah sebuah rentang frekuensi pada gelombang elektromagnetis. Infra red termasuk sebuah kelompok panjang gelombang saja.

“Thermo gun klinik tidak mengeluarkan sinar laser apapun, sedangkan cahaya merah atau laser pada thermo gun industri¬† bertujuan untuk menunjukkan posisi saja,” papar Ghufron.¬†

“Thermo gun klinik ini aman digunakan, tidak ada pengaruh pada kesehatan otak karena tidak memancarkan sinar apapun, jadi aman untuk manusia,” tutup Ghufron. (PjA – Humas)

Sumber: https://www.bsn.go.id/main/berita/detail/11294/bsn-jelaskan-keamanan-penggunaan-thermo-gun-di-suara-jakarta-jaktv