Dirja Wihardja, Pelatih Tangan Dingin yang Selalu Lahirkan Talenta Baru Atlet Angkat Besi

0
0

Jakarta: Pada puncak peringatan Haornas 2020, (9/9) lalu, nama pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja disebut oleh Menpora RI Zainudin Amali sebaga salah satu penerima penghargaan insan olahraga kategori Satyalancana Dharma Olahraga. Bagaimana kiprah dan perjalanan Dirja..? 

 

Dirja terlahir dari keluarga pecinta angkat besi. Ada 5 (lima) dari 7 (tujuh) orang laki – laki dalam keluarga besarnya yang menekuni olahraga ini. Salah seorang kakak Dirja yang juga menjadi andalan angkat besi Indonesia pada masanya, ialah Hadi Wiharjda.

 

Ia sendiri, mulai jatuh hati kepada angkat besi sejak duduk di kelas 1 SMP. Mengawali karir sebagai atlet, Dirja memutuskan banting stir menjadi pelatih. Ia merasakan bahwa panggilan dirinya adalah untuk membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal itu Ia temukan, ketika dirinya melatih bibit – bibit baru angkat besi Indonesia. 

 

Dirja Wihardja dikenal sebagai salah seorang pelatih yang turut andil melahirkan bintang dari cabang olahraga angkat besi. Lewat tangan dingin Dirja, selalu lahir juara – juara baru yang mengharumkan nama Indonesia di pentas angkat besi dunia.  

 

Dirja seakan sudah memiliki pola tersendiri dalam menemukan bakat. Ia selalu mengedepan regenerasi. Ia menggabungkan latihan antara atlet junior dan senior agar mereka dapat saling mengamati, saling belajar dan memotivasi.  Ia percaya bahwa, selain bakat, postur tubuh serta teknik angkatan, attitude juga menjadi hal yang penting agar menjadi juara. 

 

Hal ini selalu ditekankan kepada atlet junior maupun senior. Selain program dan sistem latihan yang ia terapkan, Dirja mengakui bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenpora RI sangat membantunya melahirkan para juara. Terutama jika menyangkut hal – hal yang berbau perkembangan ilmu dan teknologi serta penerapannya sebagai bagian dari latihan para atlet. 

 

“Terutama Kemenpora yang selalu mensupport angkat besi ya, sejak kita mulai pelatnas Asian Games di tahun 2018. Intinya kan, latihan angkat besi tidak selalu besi terus. Jadi seperti peralatan yang lain itu, yang menuju ke IPTEKnya itu selalu di support. Tentu bukan alat aja, SDM-nya juga disediakan. Sport science ilmu yang selalu berkembang, jadi kita harus mengikuti setiap saat untuk kebaikan kita,” Imbuh Dirja.  

 

Dibawah komando Dirja, cabang olahraga Angkat besi Indonesia menyumbang medali perak pada Olimpiade London tahun 2012. Prestasi yang sama juga ditorehkan pada olimpiade Rio De Jenairo tahun 2016. Saat ini, tercatat sudah 3 orang atlet angkat besi Indonesia mengantongi tiket Olimpiade Tokyo 2021. 

 

Mereka adalah Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg), Windy Cantika Aisyah (kelas 49 kg) dan Nurul Akmal daru kelas (+87 kg). Sementara itu, 2 orang lagi yakni Rahmat Erwin Abdullah dan Triyatno (kelas 73 kg) sedang mengumpulkan poin agar lolos kualifikasi. Ia bersama seluruh tim pelatih sedang berjuang memberikan program latihan terbaik, agar dapat memperbaiki pencapaian Indonesia di Olimpiade 2021.(sin)

Sumber: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/14439