Untuk Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, Menpora Setuju Libatkan Perguruan Tinggi Kembangkan Sport Science

0
0

Jakarta: Menpora RI Zainudin Amali menerima audiensi Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Solehuddin bersama Wakil Rektor Bidang Internasional, Riset, Kerjasama dan Usaha serta Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga Kesehatan, Agus Rusdiana di ruang kerjanya, Lantai 10, Kemenpora, Rabu (16/9). Kedatangan Rektor UPI beserta jajarannya dalam rangka mendukung dan sinergi dengan program Kemenpora. 

 

Dalam kesempatan tersebut Solehuddin menyampaikan bahwa selama ini UPI tidak pernah absen untuk mendukung  peningkatan prestasi olahraga nasional. Oleh karena itu, Ia berharap ada program yang bisa disinergikan. “Terus terang Pak Menteri, selama ini kami (UPI) selalu mendukung program prestasi olahraga nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, barangkali ada program yang bisa disinergikan dengan program Kemenpora.Insya Allah, kami punya SDM seperti pelatih dan sebagainya,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Agus Rusdiana mengatakan punya pengalaman saat sekolah S2 dan S3 di Jepang terkait sport science. “Indonesia sport science sudah ada, namun yang menjadi kita lemah adalah teknologi pendukung. Harapan kami sport science ini bisa didukung dengan beberapa pilar keilmuan. Secara keilmuan ada 7 keilmuan fondasi yang mendukung terhadap prestasi olahraga. Kebetulan di UPI ada Sport Medicine, Bio Mekanik, dan juga gizi yang orientasi keolahraga. Jadi itu gambaran sekilasnya terkait sport science dan ini sangat dibutuhkan di era sekarang ini, ” ujarnya

 

Menanggapi hal tersebut, Menpora menyampaikan memang Sport Science sangat penting untuk pembinaan olaharaga nasional. Oleh sebab itu, Kemenpora harus bekerjasama dengan perguruan tinggi karena laboratorium Sport Science ada di sana. ” Kalau Pak Rektor melihat saat sambutan Presiden Jokowi secara virtual pada puncak Haornas 2020 lalu, saya diberi tugas untuk mereview ekosistem keolahragaan, khususnya pembinaan olahraga kita. Sport Science ini sangat penting untuk bagian yang utama dalam pembinaan olahraga kita. Karena sejak bulan Maret yang lalu, kita berkonsentrasi menyusun grand design olahraga,” ucapnya. 

 

“Begitu dilihat dari hasil hasil data yang kita punya untuk penyusunan grand design, tingkat kebugaran masyarakat tertinggal jauh oleh negara lain. Jadi selain kita bicara olahraga prestasi, juga ada olahraga masyarakat dan olahraga pendidikan. Pelatih sepakbola Shin Tae Yong menjelaskan memang anak-anak timnas kita fisiknya lemah. Dan Pak Presiden juga sudah memberi arahan fokus untuk di beberapa cabang olahraga Olimpiade. Menyadari itu, kita harus bekerjasama dengan perguruan tinggi, karena laboratorium Sport Science ini ada di perguruan tinggi, ” tutup. (rep)

Sumber: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/14444