4 Pesan Penting Staf Ahli Mendikdasmen untuk Para Wisudawan SD Muhammadiyah 1 Setu Bekasi

Staf Ahli Mendikdasmen RI Bidang Manajemen Talenta, Dr Mariman Darto MSi, saat menyampaikan sambutan dalam Haflatul Wada’ Angkatan II dan Wusuda Tahfiz Juz 29-30 Tahun Ajaran 2026/2027 SD Muhammadiyah I Setu, Bekasi, pada Kamis (25/6/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Bidang Manajemen Talenta, Dr Mariman Darto MSi, menyampaikan sejumlah pesan penting dalam acara Haflatul Wada’ Angkatan II dan Wusuda Tahfiz Juz 29-30 Tahun Ajaran 2026/2027 SD Muhammadiyah I Setu, Bekasi, pada Kamis (25/6/2026).

Memperkuat Karakter sebagai Fondasi Sukses

Pertama, Mariman berpesan kepada para wisudawan dawisudawati supaya terus perkuat karakter sebagai fondasi sukses di masa depan.

Menurutnya, dunia tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat, di mana tuntutan kehidupan yang cenderung hedonis dan materialistik begitu besar, hingga menimbulkan permusuhan dan pertikaian konflik yang tak berkesudahan.

“Orang sering lupa bahwa ukuran sukses bukanlah seberapa harta benda atau materi yang berhasil kalian kumpulkan,” ujarnya.

“Seberapa hebat kepintaran anda dibandingkan orang lain. Namun, setinggi apapun kecerdasan yang kita miliki, ia tidak akan berarti apa-apa tanpa ditopang oleh karakter yang kokoh,” imbuh Mariman.

Menurutnya, pembelajaran di SD Muhammadiyah 1 Bekasi tidak hanya mengajarkan para murid untuk menjadi pintar secara akademis.

“Tetapi yang paling utama adalah dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, dan memiliki empati. Karakter inilah kemudi hidup kalian. Pintar itu mudah dikejar, namun berkarakter dan berintegritas adalah investasi seumur hidup,” tandasnya.

Baca Juga  Ribuan Guru UMM Lulus Berjamaah, Wujudkan Pendidikan Lebih Baik

Memahami Makna Pencapaian

Kedua, ia menegaskan pentingnya prestasi sebagai suatu pencapaian. Namun, ia juga menekankan bahwa para murid perlu memahami lebih dalam dan substansial makna sesungguhnya dari sebuah pencapaian.

Prestasi, kata dia, bukan sekadar siapa yang menjadi teratas atau peringkat pertama di kelas dan di sekolah. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa prestasi adalah ketika hari ini menjadi lebih baik dari hari kemarin dan hari esok menjadi lebih baik daripada hari ini.

“Prestasi adalah keberanian kalian untuk bangkit setelah menghadapi kesulitan belajar. Teruslah asah potensi kalian, karena setiap anak yang lahir ke dunia ini membawa keunikan dan kehebatannya masing-masing,” kata Mariman.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Ketiga, Mariman berpesan supaya para wisudawan dan wisudawati terus menjadikan pembiasaan positif yang telah diajarkan para guru melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).

“Menjadi ‘Anak Indonesia Hebat’ bukanlah bakat alami, melainkan hasil dari kebiasaan baik yang dirawat setiap hari. Masih ingat kan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat? Siapa hayo yang buat kebijakan itu? Siapa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah kita? Ya…, Prof Abdul Mu’ti,” selorohnya sembari berinteraksi dengan para wisudawan dan wisudawati.

Baca Juga  Menteng Institute: Kepemimpinan Abdul Mu’ti di Kemendikdasmen Inklusif dan Berkeadilan

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sendiri merupakan salah satu program yang digaungkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di bawah kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Mulai dari bangun pagi yang mengajarkan kedisiplinan, manajemen waktu, dan melatih kemandirian. Memulai hari lebih awal membuat pikiran lebih siap belajar dan terhindar dari ketergesa-gesaan. Kemudian beribadah, menumbuhkan nilai spiritual dan moral, menekankan pentingnya selalu bersyukur, memohon kemudahan, dan menjaga ketenangan batin sebelum memulai aktivitas.

Selanjutnya berolahraga, memaksimalkan kesehatan fisik, menekankan bahwa tubuh yang bugar akan meningkatkan konsentrasi dan mencegah anak mudah lelah atau sakit. Lalu makan sehat dan bergizi, menjaga asupan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak. Kemudian, gemar belajar, menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) dan kreativitas.

Lalu bermasyarakat, melatih empati, kepedulian sosial, dan kemampuan berkomunikasi, menekankan pentingnya berbaur, bergotong royong, dan menghargai sesama di lingkungan sekitar. Serta tidur cepat dan cukup, menekankan pentingnya istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina, menjaga suasana hati tetap ceria, dan menyegarkan otak untuk tantangan esok hari.

“Anak hebat adalah anak yang tangguh, tidak mudah mengeluh saat menghadapi tantangan di jenjang SMP nanti, dan selalu memegang teguh nilai-nilai keagamaan dalam setiap langkahnya,” kata Mariman.

Baca Juga  Tahun Ajaran Baru 2025/2026 Bukan Ajang Perpeloncoan, Kemendikdasmen Beri Panduan MPLS Ramah

Merawat Janji Pelajar Indonesia

Keempat, Mariman mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk senantiasa merawat Janji Pelajar Indonesia, yang kini selalu diikrarkan dan dibacakan setiap upacara bendera pada hari Senin.

Janji Pelajar Indonesia sendiri berisikan lima butir poin, yakni: Belajar dengan baik; Menghormati orang tua; Menghormati guru; Rukun dengan teman; Mencintai tanah air Indonesia.

“Makna dari janji atau ikrar pelajar Indonesia adalah menanamkan komitmen moral agar siswa tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter. Ikrar ini mengajarkan pentingnya akhlak mulia, disiplin, rasa hormat, solidaritas, dan cinta Tanah Air,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mariman juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua dan wali murid. Namun, ia juga menandaskan bahwa tugas mendidik para generasi masa depan belum usai.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang hebat selama enam tahun ini,” ucapnya.

“Tugas kita belum selesai. Hari ini kita menyerahkan kembali estafet pendidikan ini ke tangan Anda untuk melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tetaplah menjadi madrasah pertama yang penuh kasih sayang bagi mereka,” pungkas Mariman.***