MAKLUMAT — Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah pada Ahad (6/9/2026). Sebanyak enam bandara ditutup sementara dan sedikitnya 373 penerbangan terdampak berdasarkan pemantauan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hingga pukul 10.35 WIB.
Penutupan bandara dilakukan setelah abu vulkanik Anak Krakatau terpantau menyebar di wilayah udara Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu. Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Enam Bandara Ditutup Sementara
Enam bandara yang terdampak penutupan sementara yakni:
- Soekarno-Hatta (CGK) — ditutup pukul 08.30–13.30 WIB berdasarkan NOTAM A3346/26.
- Halim Perdanakusuma (HLP) — ditutup hingga pukul 14.00 WIB berdasarkan NOTAM A3347/26.
- Radin Inten II (TKG) — ditutup hingga pukul 14.00 WIB berdasarkan NOTAM B1125/26.
- Budiarto — ditutup hingga pukul 13.30 WIB berdasarkan NOTAM C1079/26.
- Pondok Cabe — ditutup sementara hingga pukul 14.00 WIB berdasarkan NOTAM C1080/26.
- Husein Sastranegara Bandung — hasil paper test menunjukkan kondisi positif. Otoritas masih menunggu penerbitan NOTAM penutupan bandara.
- “Berdasarkan informasi yang kami peroleh dengan melakukan tes, Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak. Pada pukul 12.00, Bandara Husein ditutup untuk penerbangan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy dikutip dari siaran Bakom RI, Ahad (6/9).
- Selain memantau transportasi udara, Menhub Dudy menyatakan bahwa penyeberangan masih dapat dilakukan. Penyeberangan yang dimaksud adalah Pelabuhan Merak di Banten menuju ke Bakaheuni di Lampung. “Pengembalian tiket pesawat bisa dilakukan secara elektronik,” tandasnya.
Ditjen Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan BMKG untuk menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan sebaran abu vulkanik.
373 Penerbangan Terdampak
Pemantauan hingga pukul 10.35 WIB mencatat 373 penerbangan terdampak.
Di Bandara Soekarno-Hatta, terdapat 202 penerbangan terdampak, dengan rincian:
- 167 penerbangan dibatalkan;
- 16 mengalami keterlambatan;
- 2 mengalami keterlambatan lanjutan;
- 7 penerbangan ditunda;
- 4 penerbangan dialihkan;
- 2 penerbangan telah mendarat;
- 3 penerbangan telah berangkat;
- 1 penerbangan kembali ke bandara asal atau return to base (RTB).
- Sementara itu, 8 penerbangan di Radin Inten II terdampak dan seluruhnya dibatalkan.
Di Halim Perdanakusuma, sebanyak 29 penerbangan terdampak dan seluruhnya dibatalkan.
Sebanyak 277 penerbangan lainnya turut terdampak karena memiliki rute kedatangan atau keberangkatan yang berhubungan dengan bandara-bandara yang terdampak penutupan.
Penumpang Diminta Tidak Datang ke Bandara
Ditjen Perhubungan Udara meminta calon penumpang tidak datang ke bandara yang sedang ditutup sementara.
Penumpang diminta memeriksa informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan masing-masing. Hak penumpang akibat gangguan operasional tetap harus dipenuhi oleh maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasional penerbangan akan terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan BMKG.
Abu Vulkanik Menyebar hingga 50.000 Kaki
BMKG menyebut pemantauan satelit pada Ahad (6/9) pukul 08.00 WIB menunjukkan dua kelompok sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Kelompok pertama berada pada ketinggian hingga sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah timur, mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Kelompok kedua terpantau hingga sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan hingga Samudra Hindia.
Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta telah menerbitkan SIGMET sejak pukul 23.23 WIB pada 4 September 2026. Hingga pembaruan terakhir, BMKG telah menerbitkan 50 SIGMET terkait sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
BMKG bersama PVMBG dan Badan Geologi masih melakukan pemantauan menggunakan berbagai instrumen untuk memastikan perkembangan erupsi dan dampaknya terhadap penerbangan.***












