
MAKLUMAT – Di sela masa Reses I tahun 2025, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr H Suli Da’im MM, melakukan silaturrahim kepada Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Pacitan KH Fuad Habib Dimyathi, Senin (24/2/2025). Suli menegaskan, hal itu sebagai bentuk komitmennya untuk menggandeng dan melibatkan tokoh agama sebagai anggota dewan.
“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan untuk sowan kepada Kiai Fuad untuk meminta banyak saran dan nasehat, mengingat beliau adalah salah satu ulama besar yang nasehatnya perlu kita dengar “ ucap Suli dalam keterangan yang diterima Maklumat.ID.
KH Fuad Habib Dimyathi menerima dengan hangat kedatangan Suli Da’im beserta rombongannya, yang mana ini adalah pertemuan perdana kedua tokoh tersebut. “Saya mengucapkan Ahlan Wa Sahlan kepada Bapak Suli Da’im, terimakasih banyak sudah berkenan mampir untuk saling mempererat persaudaraan” ujarnya.
5 Pesan Kiai Fuad untuk Suli Da’im
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Fuad memberikan sejumlah nasihat dan pesan berharga kepada Suli dalam menjalankan amanahnya sebagai Anggota DPRD Jawa Timur. Terdapat 5 Nasehat yang diberikan oleh Kiai Fuad kepada politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
“Berhubung Pak Suli ini terpilih sebagai wakil rakyat, maka saya titip pesan yang supaya Pak Suli dapat menjadi wakil bagi seluruh rakyat tanpa memandang agama, suku dan golongan,” pesan Kiai Fuad
“Kehadiran Islam di Dunia ini adalah sebagai rahmatan lil ‘alamin, maka Pak Suli juga harus bisa menjadi perantara rahmat bagi seluruh rakyat, terkhusus di Dapil 9 Jawa Timur (Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, dan Magetan),” imbuhnya.
Kedua, Kiai Fuad berharap agar Suli senantiasa memprioritaskan masyarakat lemah untuk bisa memperoleh akses pendidikan dan kesehatan. Ia juga berpesan agar Suli melibatkan peran para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat pengambilan kebijakan.
“Ya seperti silaturahim saat ini menandakan bahwa Pak Suli Da’im begitu cinta dengan ulama sampai-sampai rela datang jauh-jauh untuk meminta nasehat” terangnya.
“Keempat saya berharap Pak Suli Da’im dapat menjalankan amanah ini dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab,” sambung Kiai Fuad.
Terakhir, kelima, ia juga berpesan agar Suli mampu menjadi teladan bagi wakil rakyat lain atas kepemimpinan yang amanah dan profesional. Sehingga, lanjut Kiai Fuad, dalam kontestasi politik apapun ke depan insya Allah dapat tercapai.
Ia juga berharap agar pertemuan dan silaturrahim kali ini bukanlah yang pertama dan terakhir. “Saya harap ini bukan yang terakhir, justru saya sangat menginginkan Pak Suli ini sering-sering main silaturahim kesini dan insyaallah saya siap membantu jika terdapat kendala yang dihadapi Pak Suli,” tandas Kiai Fuad.
Suli Da’im: Ulama adalah Pewaris Para Nabi
Menanggapi pesan-pesan dari Kiai Fuad, Suli menyampaikan banyak terima kasih dan meminta agar senantiasa dibimbing dalam setiap langkahnya mengemban amanah sebagai wakil rakyat.
Menurut Suli, para ulama adalah pewaris dari para nabi, sehingga ia merasa perlu untuk selalu mengharapkan support dan bimbingan dari mereka. Termasuk Kiai Fuad.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas nasehat dari Pak Kiai Fuad, mengingat Ulama adalah pewaris para nabi sehingga saya perlu banyak meminta nasehat beliau,” kata pria yang menjabat di Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur itu.