25.5 C
Malang
Sabtu, April 5, 2025
Lebaran & MudikMuhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal, Simak Fakta-fakta Berikut!

Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal, Simak Fakta-fakta Berikut!

Silaturahmi dan halal bihalal. (Ilustrasi: Pixabay)
Silaturahmi dan halal bihalal. (Ilustrasi: Pixabay)

MAKLUMAT – Tradisi halal bihalal yang menjadi bagian dari budaya umat Islam Indonesia selepas merayakan Idulfitri umumnya dilakukan dengan berkumpul dalam lingkup keluarga, komunitas, maupun organisasi. Namun, tradisi ini juga mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan media dan literasi.

Anggota Majelis Pustaka Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Ghifari Yuristiadhi, mengungkapkan bahwa Muhammadiyah menjadi pelopor dalam modernisasi ucapan halal bihalal. “Pesan ucapan halal bihalal ditemukan dalam Soeara Moehammadijah No. 5 tahun 1924,” ujarnya, dikutip laman resmi Muhammadiyah.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah berperan besar dalam memperkenalkan dan mempopulerkan cara baru dalam menyampaikan salam, permohonan maaf, serta menjalin silaturahmi melalui media massa modern.

“Kita sebenarnya memulai tapi pada aspek sisi kemajuan dan modernitas, yang ditunjukkan oleh Muhammadiyah adalah seiring dengan berkembangnya literasi melalui pers Islam, yakni Suara Muhammadiyah sebagai pers tertua,” tambah Ghifari.

Pada awal abad ke-20, majalah merupakan media massa yang sangat modern di tengah kolonialisme. Oleh karena itu, kehadiran Suara Muhammadiyah sebagai platform yang menyajikan ucapan halal bihalal mencerminkan intelektualitas dan literasi warga Muhammadiyah.

“Kontribusi besar Muhammadiyah pada tradisi halal bihalal disajikan dalam platform majalah, yang di situ menunjukkan modernitas dan kemajuan Muhammadiyah,” kata Ghifari.

“Bahwa warga Muhammadiyah itu adalah kelompok yang terpelajar, intelektual, karena dekat dengan literasi, buku, dan ilmu pengetahuan,” kelakarnya menambahkan.

Selain itu, Ghifari juga juga menyebut bahwa tradisi halal bihalal merupakan tradisi asli Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Namun, seiring berkembangnya zaman, tradisi tersebut telah meluas ke seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari budaya umat Islam di berbagai daerah.

Tak hanya melalui Suara Muhammadiyah pada tahun 1924, modernisasi tradisi halal bihalal juga terlihat dari kehadiran Brosur Lebaran yang diterbitkan oleh Muhammadiyah Kotagede. Menurut Ghifari, brosur itu merupakan bentuk lain dari silaturahmi secara berkemajuan serta menjadi bukti tingginya literasi warga Muhammadiyah dalam memanfaatkan media sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi.

Fakta-fakta tersebut kian menegaskan peran penting Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan memodernisasi tradisi keislaman di Indonesia, menjadikannya lebih relevan dengan perkembangan zaman.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL LAINNYA

Populer