Pasar Modal Diguncang Aksi Demo & IHSG Rontok Rp 284 Triliun, Kemenko Perekonomian: Itu Sesuatu yang Wajar !

Pasar Modal Diguncang Aksi Demo & IHSG Rontok Rp 284 Triliun, Kemenko Perekonomian: Itu Sesuatu yang Wajar !

MAKLUMAT — Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar ribuan mahasiswa dan elemen Masyarakat, Jumat (29/8/2025) tidak hanya mengguncang jalanan ibu kota, tetapi juga langsung menghantam pasar keuangan nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 2% dan nilai kapitalisasi pasar lenyap hingga Rp 284 triliun hanya dalam hitungan jam.

Melansir CNBC, koreksi tajam ini terjadi sehari setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 7.900. Namun euforia pasar buyar begitu kabar bentrokan demonstran dengan aparat kembali memanas, diperparah tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlindas mobil rantis Brimob di Pejompongan, Kamis (28/8/2025)

Data Refinitiv mencatat seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk zona merah. Saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) seperti BBRI, BBCA, hingga BREN menjadi penekan utama indeks.

Sektor utilitas, konsumer non-primer, dan properti jatuh paling dalam. Energi dan teknologi hanya sedikit lebih baik, tapi tetap merah. Total kapitalisasi pasar kini turun menjadi Rp 14.093 triliun, merosot drastis dibanding posisi Kamis (28/8/2025) sebesar Rp 14.377 triliun.

Anjloknya IHSG hingga ratusan triliun rupiah menunjukkan betapa rentannya pasar keuangan terhadap dinamika politik dan sosial. Bukan hanya demonstran yang menuntut keadilan, tapi kini investor pun ikut merespons dengan langkah mundur.

Jika pemerintah dan DPR tidak segera mengambil langkah tegas memperbaiki komunikasi publik dan meredam eskalasi, krisis kepercayaan bisa merembet lebih jauh, yakni dari jalanan, ke parlemen, hingga bursa saham.

Baca Juga  Pasangan Fren Puji Peran Muhammadiyah Sokong Pilkada Serentak di Kota Kediri

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pelemahan rupiah dan IHSG tersebut merupakan respons wajar, sebab para investor menilai dari faktor stabilitas.

“Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun rupiah kita. Saya kira ini respons yang wajar, karena faktor stabilias menjadi penting untuk para investor,” kata Susiwijono kepada wartawan, Jumat ( 29/8/ 2025)

Jalanan Memanas, BEM SI Lontarkan Tudingan

Di lapangan, aksi protes digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama mahasiswa Universitas Indonesia. Massa menuding aparat terlalu represif saat mengawal demo sehari sebelumnya.

“Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarko aparat,” tulis akun resmi @bemsi.official.

Aksi serupa juga digelar di depan kantor-kantor Polda di berbagai daerah. Titik utama Jakarta dipusatkan di Polda Metro Jaya, dengan pengamanan ekstra ketat dari kepolisian.

Gelombang protes mahasiswa kali ini bukan sekadar soal kebijakan ekonomi, tetapi juga menyentuh krisis legitimasi politik DPR dan pemerintah. Tunjangan DPR yang mencapai Rp 50 juta per bulan, hampir 10 kali lipat UMP Jakarta 2025 sebesar Rp 5,3 juta, terus menjadi pemicu amarah publik.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi, Kamis (28/8/2025) memakan korban jiwa. Seorang driver Gojek dilindas mobil rantis Brimob.PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memastikan bahwa pria berjaket ojek online (ojol) yang terlindas mobil rantis Brimob di Pejompongan sebagai mitra ojol Gojek adalah Affan Kurniawan***

Baca Juga  Prabowo Resmi Melantik Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
*) Penulis: Rista Erfiana Giordano

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *