Unggah Video Satire Bencana Sumatera, Yama Carlos Mengaku Diteror dan Diintimidasi

Unggah Video Satire Bencana Sumatera, Yama Carlos Mengaku Diteror dan Diintimidasi

MAKLUMAT Aktor Yama Carlos mengaku mengalami teror dan intimidasi beruntun setelah mengunggah video satire yang menyinggung pernyataan pejabat terkait penanganan bencana di Sumatera. Meski video tersebut telah dihapus, tekanan terhadap dirinya disebut masih terus berlangsung.

Melalui unggahan di Instagram, Yama menegaskan dalam video satire tersebut ia tidak pernah menyebut nama pejabat maupun institusi tertentu. Namun, tak lama setelah video itu beredar, dirinya mulai menerima berbagai bentuk teror.

“Karena saya mengunggah video itu, saya kena teror. Padahal saya tidak menyebutkan siapa pun atau pihak mana pun,” kata Yama, Rabu (31/12/2025).

Yama mengungkapkan intimidasi tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga orang-orang terdekat. Seorang teman beserta ibunya menjadi korban peretasan dan pengambilalihan nomor ponsel oleh pelaku tak dikenal.

Pelaku bahkan meminta Yama menghapus 12 konten media sosial sebagai syarat pengembalian nomor telepon ibu temannya. Setelah video parodi tersebut diturunkan, nomor ponsel itu langsung dikembalikan.

“Video sudah saya take down, dan saat itu juga nomor ibunya dikembalikan,” ujar Yama.

Namun teror tak berhenti di situ. Yama mengaku terus menerima kiriman barang dengan sistem pembayaran di tempat (cash on delivery atau COD) dari akun fiktif. Pengiriman menggunakan nama istrinya, nomor pribadi miliknya, serta alamat yang tidak ia tempati. Nilai barang yang dikirim disebut cukup besar dan masih terus berlangsung hingga kini.

Baca Juga  Haedar Nashir: Ormas Keagamaan Tak Boleh Jadi Benalu

“Ini masih berjalan sampai sekarang. Saya tetap menerima kiriman barang COD dengan nilai yang tidak kecil,” kata Yama.

Atas rangkaian intimidasi tersebut, Yama menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum. Aksi teror tersebut telah merugikan keluarganya dan pihak lain yang tidak terkait.

“Saya mohon izin untuk menindaklanjuti ini ke jalur hukum karena sudah merugikan orang lain,” tegasnya.

Yama juga menyoroti situasi kebebasan berekspresi di Indonesia. Ia menilai kritik dan satire yang seharusnya dilindungi dalam sistem demokrasi justru berpotensi berujung pada tekanan dan intimidasi.

“Kalau tidak punya backing atau kekuatan, lebih baik posting yang aman-aman saja. Selamat datang di negara yang katanya demokrasi,” sesal dia.***

*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *