Usai Tangkap Presiden Nicolas Maduro, Trump: AS Akan Menjalankan Pemerintah Venezuela

Usai Tangkap Presiden Nicolas Maduro, Trump: AS Akan Menjalankan Pemerintah Venezuela

MAKLUMAT — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bakal “mengelola” Venezuela sementara waktu. Hal itu ia sampaikan menyusul operasi serangan besar yang dilancarkan pasukan elite AS terhadap Venezuela yang disebut “berhasil” menangkap Presiden negara tersebut, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Dalam pidatonya saat mengumumkan penangkapan Maduro pada Sabtu siang, Trump mengatakan bakal “mengelola” Venezuela hingga dapat melakukan transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan bijaksana.

“Kami akan menjalankan negara itu, sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump, dikutip dari BBC.

Trump menyebut, keputusan itu akan secara efektif menempatkan Venezuela di bawah administrasi sementara yang didukung, jika bukan dikelola langsung oleh Amerika Serikat.

Meski begitu, ia tidak memberikan garis waktu secara spesifik, hanya menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah mencegah terulangnya situasi politik yang sama seperti pada masa kekuasaan Maduro.

“Jadi kami tidak ingin terlibat dengan orang lain yang kemudian berkuasa dan kita mengalami situasi yang sama seperti yang kita alami selama bertahun-tahun terakhir,” tandas Trump.

“Jadi kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana, dan itu harus bijaksana karena itulah tujuan kami,” imbuhnya.

Trump mengklaim, AS hanya menginginkan stabilitas dan perdamaian. Ia berkelakar melakukan semua ini hanya supaya rakyat Venezuela memperoleh keadilan dan kebebasan.

Baca Juga  Said Abdullah Sorot Tarif 32% AS ke Indonesia: Tumbal Kepentingan Sepihak Amerika

“Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela yang hebat,” kelakar Trump.

Penangkapan Maduro untuk Diadili di AS

Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan telah ditangkap oleh pasukan Delta Force, yakni unit misi khusus teratas militer AS yang merupakan unit elite Angkatan Darat Negeri Paman Sam itu dalam sebuah operasi serangan militer besar pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Senator Partai Republik asal Utah, Mike Lee, dalam unggahannya di platform X mengaku telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia menyebut, penangkapan Maduro adalah untuk diadili atas dakwaan pidana di AS.

“Dia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di AS dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak-pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut,” tulis Lee, Sabtu dini hari waktu setempat.

“Tindakan ini kemungkinan berada dalam kewenangan inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang nyata atau yang akan segera terjadi,” sambungnya.

*) Penulis: Ubay NA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *