MAKLUMAT — Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, meresmikan empat Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Negeri Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Rabu (7/1/2026). Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digalakkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan bersumber dari APBN.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wabup Mimik Idayana, usai Kepala SDN Sidodadi Anita Wanudyakurnia SPd menyampaikan laporan pelaksanaan pembangunan yang telah berjalan sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian fisik bangunan.
Dalam sambutannya, Mimik mengapresiasi kualitas pembangunan RKB di SDN Sidodadi yang dinilai kokoh dan sangat layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan empat ruang kelas baru. Anggarannya sudah disesuaikan dan hasilnya sangat bagus, kokoh, serta layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan ruang kelas tersebut akan berdampak langsung pada kenyamanan siswa. Sebab, sekolah akhirnya memiliki ruang kelas yang representatif.
“Dengan adanya penambahan empat ruang kelas baru di sekolah ini, alhamdulillah anak-anak sudah tidak perlu lagi belajar masuk siang. Proses belajar-mengajar menjadi lebih nyaman, dan tentu kita harapkan semangat belajar siswa juga semakin meningkat,” tandas Mimik.
Revitalisasi Sekolah melalui P2SP
Terkait rehabilitasi yang dilaksanakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), ia menyebut hasilnya sesuai standar. Ia berharap sarana tersebut menjadi langkah nyata yang akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Delta.
“Saya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan. Semoga upaya ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita,” kata Mimik.
Senada, Kepala SDN Sidodadi, Anita Wanudyakurnia SPd, mengaku bersyukur atas pembangunan dan diresmikannya empat ruang kelas di sekolah yang dipimpinnya tersebut.
“Program ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan sarana pendidikan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini,” ujar Anita.
Ia mengungkapkan, pada Tahun Anggaran 2025, SDN Sidodadi menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran sebesar Rp984.154.913. Dana tersebut terdiri atas Rp844.997.260 untuk pembangunan empat ruang kelas baru, Rp89.334.000 untuk pengadaan sarana pendukung, serta Rp49.823.653 untuk manajemen.
Dalam kesempatan itu, Anita juga menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kebijakan revitalisasi sekolah yang dinilai memberi harapan besar bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman, serta kepada Wabup Hj Mimik Idayana maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat atas dukungan dan pendampingan yang diberikan.
Program revitalisasi tersebut, kata Anita, dilaksanakan melalui P2SP dalam skema swakelola dan telah selesai sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen.
“Alhamdulillah, seluruh pembangunan telah selesai, diperiksa oleh pihak kementerian, dan telah diserahterimakan kepada Dinas Pendidikan dan sekarang diresmikan Wabup Mimik Idayana,” ucapnya.
Program P2SP Tahun 2025 sendiri merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto.
Dengan adanya empat ruang kelas baru tersebut, SDN Sidodadi mulai menggunakannya untuk kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini. “Sebelumnya masih ada siswa yang masuk siang. Sekarang sudah masuk pagi semua,” terang Anita.
Anggaran Revitalisasi Satuan Pendidikan
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, mengungkapkan bahwa pada 2025 pihaknya memperoleh alokasi revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp18,3 miliar dari pemerintah pusat. Selain itu, melalui APBD 2025 juga dilakukan revitalisasi di 146 titik sekolah dengan total anggaran Rp19,6 miliar.
“Untuk tahun ini (2026) terdapat 68 titik revitalisasi dengan nilai anggaran lebih dari Rp60 miliar, yang dikerjakan bertahap oleh P2SP dengan melibatkan masyarakat sekitar sekolah,” jelas Tirto.
Ia menambahkan, hasil pemantauan lapangan menunjukkan kualitas bangunan yang sangat baik. “Dalam dua minggu terakhir Desember saya turun langsung mengecek. Secara umum kualitasnya sangat memuaskan,” kata Tirto Adi.