Ubah Mindset Pekerja Migran, SaranMu Lampung Siapkan Sekolah Vokasi Profesional

Ubah Mindset Pekerja Migran, SaranMu Lampung Siapkan Sekolah Vokasi Profesional

MAKLUMAT — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM PWM) Lampung melalui Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SaranMu) meluncurkan inisiatif baru untuk merevolusi paradigma pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan pengembangan sekolah vokasi pra-migran.

Ketua MPM PWM Lampung, Eddy Waluyo, menegaskan komitmen SaranMu untuk menggeser dominasi pekerja sektor domestik menuju tenaga profesional yang bersertifikasi.

Dalam upaya memperluas jangkauan global, Eddy menjelaskan bahwa SaranMu telah memetakan sejumlah negara tujuan yang memiliki permintaan tinggi terhadap tenaga ahli Indonesia.

“Adapun negara-negara tujuan saat ini untuk tenaga pekerja profesional meliputi Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Pemilihan negara-negara ini didasarkan pada standar upah yang kompetitif serta sistem perlindungan tenaga kerja yang baik bagi para profesional,” katanya, saat di Negri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Kamis (8/1/2026).

Senada dengannya, Ketua SaranMu Lampung, Ida Christina, menjelaskan bahwa kehadiran lembaga tersebut bertujuan untuk memutus stigma lama yang mengidentikkan PMI dengan Asisten Rumah Tangga (ART).

“Fokus utama kini dialihkan pada pemberangkatan tenaga ahli di bidang kesehatan, pertanian, hingga manufaktur dan engineering,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan langkah strategis yang diambil dengan mendirikan sekolah vokasi pra-migran yang dikhususkan bagi siswa SMK. Program tersebut dirancang untuk menyiapkan mental dan keahlian teknis siswa sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

“Kita ingin mengubah mindset. Jika selama ini pengiriman tenaga kerja didominasi sektor domestik, kini kita dorong lulusan SMK dan sarjana dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Lampung untuk mengisi posisi profesional,” ungkap Ida Christina.

Baca Juga  Rakerwil Lazismu Lampung, Targetkan Penghimpunan Dana ZISKA Capai Rp 15 Miliar di Tahun 2026

Untuk menjamin kelancaran proses penempatan, ia menjelaskan bahwa SaranMu menjalin kerja sama strategis dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam proses pemberangkatan yang aman dan sesuai prosedur hukum.

Di sisi lain, Sekretaris SaranMu Lampung, Tri Priyo Saputro, merujuk pada data Bank Indonesia dan Bloomberg Technoz, menyebut bahwa kontribusi devisa dari para PMI mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp136 triliun pada kuartal II-2025 dari 233 ribu PMI yang ditempatkan tahun 2025.

“Angka ini menjadi alasan kuat bagi penggiat migran dan pemerintah untuk memberikan perhatian lebih serius. Mengingat besarnya devisa yang dihasilkan, kesejahteraan pekerja migran dan keluarganya harus menjadi prioritas utama. Tidak hanya soal keberangkatan, tapi juga perlindungan selama mereka bekerja di luar negeri,” terangnya.

Melalui sinergi dengan jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Lampung, program tersebut diharapkan menjadi pilot project dalam menciptakan ekosistem migrasi yang lebih bermartabat, profesional, dan sejahtera bagi seluruh pekerja Indonesia.

*) Penulis: Tri Priyo Saputro / Ubay NA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *