MAKLUMAT — Organisasi sosial keagamaan Barisan Muda Ummat (BMU) bersama Wanita Peduli Ummat (WPU), dengan dukungan penuh Gerakan Peduli Ummat (GPU), menyalurkan bantuan logistik secara maraton ke berbagai titik pengungsian dan wilayah terdampak bencana di beberapa kabupaten/kota di Aceh, Jumat (9/1/2026).
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan aksi nyata kolaborasi lintas organisasi itu dalam membantu masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok mendesak, seperti beras, minyak goreng, selimut, kelambu, tenda darurat, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Hingga saat ini, distribusi bantuan telah menjangkau Aceh Tengah, Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang.
Di bawah komando Ketua Umum BMU Pusat, Abiya Jeunieb, gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan logistik pangan. Saat ini, BMU Peduli juga tengah mempersiapkan titik-titik pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi bencana, menyusul krisis air bersih yang menjadi persoalan krusial bagi warga pascabanjir.
Menjelang bulan suci Ramadan, BMU terus menggalang donasi khusus untuk persiapan hari Meugang serta penyediaan menu berbuka puasa bagi para korban bencana.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita tetap bisa merasakan keberkahan Ramadan dan hari Meugang meskipun dalam kondisi sulit,” tandasnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id, Sabtu (10/1/2026).
Ketua GPU, Murtala ST, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Ia menegaskan komitmen para relawan untuk terus bergerak hingga kondisi masyarakat terdampak pulih sepenuhnya.
“Kami sudah bergerak lebih dari sebulan menggalang dana untuk saudara kita yang tertimpa musibah banjir dan longsor. Sebelum semuanya pulih, kami akan terus bergerak semampu kami,” katanya.
“Kami mengajak rekan-rekan, guru-guru kami, serta saudara-saudara baik di Aceh maupun di luar negeri untuk bahu-membahu menangani dampak bencana ini, terutama di daerah yang kerusakannya sangat parah,” imbuh Murtala.
Pengurus BMU-WPU Peduli Ummat turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, baik yang berada di Aceh, Pulau Jawa, maupun di luar negeri. Dukungan dari berbagai pihak tersebut dinilai menjadi kunci kelancaran aksi kemanusiaan yang dilakukan.
Sebagai informasi, BMU Peduli Ummat selama ini dikenal melalui program pembangunan rumah layak huni bagi fakir miskin dan anak yatim. Namun, merespons kondisi darurat bencana alam, organisasi ini melebarkan cakupan pengabdiannya untuk membantu penanganan bencana di berbagai pelosok Aceh.