Pelabuhan Tanjung Perak Layani 117 Ribu Penumpang Selama Nataru

Pelabuhan Tanjung Perak Layani 117 Ribu Penumpang Selama Nataru

MAKLUMATPelabuhan Tanjung Perak mencatat kenaikan arus penumpang selama angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama 22 hari operasional Posko Terpadu Nataru, jumlah penumpang yang naik dan turun mencapai 117.702, atau naik 2,16 persen secara tahunan.

Kenaikan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pelayanan intensif Posko Terpadu Nataru 2025/2026 yang resmi berakhir pada 8 Januari 2026, atau sejak beroeprasi 18 Desember 2025.

General Manager Kalimas dan Gapura Surya Nusantara, Ana Adiliya menyebut, puncak arus penumpang naik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan 4.910 penumpang. Sementara puncak arus penumpang turun pada 28 Desember 2025 yang mencapai 5.086 penumpang.

“Rute Makassar masih menjadi tujuan favorit penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, yang mencapai 14.857 orang atau 23,34 persen dari total penumpang naik,” jelasnya.

Lonjakan Pariwisata Akhir Tahun

Ia menambahkan, penumpang turun terbanyak berasal dari Pelabuhan Lembar, Lombok, sebanyak 11.842 orang atau 21,91 persen dari total penumpang turun. Selain itu, rute Balikpapan juga tercatat sebagai salah satu tujuan favorit masyarakat.

Selama masa angkutan Nataru 2025/2026, tercatat 177 kapal tiba dan 177 kapal berangkat di Pelabuhan Tanjung Perak. Capaian ini setara denan delapan kunjungan kapal per hari per harinya.

Dari sisi operator, PT Dharma Lautan Utama menjadi perusahaan pelayaran dengan jumlah layanan penumpang terbesar. Shipping line asal Surabaya ini melayani 69.984 penumpang atau sekitar 59,46 persen dari total penumpang.

Baca Juga  Haedar Harap Pengelolaan Dana Haji Bisa Optimal Dipakai untuk Pelayanan Jamaah

Selama ini Terminal Penumpang GSN menerapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penambahan kapasitas ruang tunggu sementara, penyediaan ruang tunggu prioritas bagi penumpang berkebutuhan khusus seperti ibu hamil, lansia, balita, dan penyandang disabilitas.

“Kami jua melakukan penguatan sistem informasi layanan melalui Posko Terpadu Nataru,” tegasnya menambahkan.

Pijakan Agenda Besar

Sejalan dengan itu, peningkatan arus penumpang tidak berdampak terhadap arus logistik. Pelindo Regional 3 telah memisahkan zona operasional sehingga layanan penumpang dan aktivitas bongkar muat barang berjalan paralel.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian pelayanan Nataru 2025/2026 di Tanjung Perak berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun memuji penyelenggaraan angkutan Nataru di Pelabuhan Tanjung Perak sesuai harapan, sejalan dengan koordinasi lintas stakeholder.

“Penyelenggaraan angkutan Nataru kali ini berjalan sesuai harapan. Ini menunjukkan kesiapan sarana prasarana serta sistem pengendalian operasional sudah berjalan efektif,” kata Agustinus.

Dengan berakhirnya Posko Terpadu Nataru 2025/2026, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya untuk menjaga standar pelayanan prima di Pelabuhan Tanjung Perak, tidak hanya saat periode puncak libur, tetapi juga dalam operasional sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *