MAKLUMAT — Program Digitalisasi Pembelajaran yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menunjukkan dampak di tingkat satuan pendidikan. Salah satunya terlihat di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), Ahad (11/1).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan penyaluran PID merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses serta peningkatan kualitas sarana pendidikan nasional.
“Melalui PID, kami menjalankan program prioritas Presiden untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan mutu sarana pendidikan. Ini bagian dari komitmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Fajar.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Pendidikan harus dijalankan secara berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada nilai kebangsaan. Ini modal penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Wiwit Dwi Purnomo, menyebut bantuan PID memberikan dampak nyata terhadap proses pembelajaran di sekolahnya.
“Sejak digunakan, siswa menjadi lebih antusias dan mudah memahami materi. Guru juga terdorong untuk berinovasi menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif,” kata Wiwit.
Ia menambahkan, mayoritas guru di sekolah tersebut berasal dari generasi milenial dan Gen Z sehingga relatif cepat beradaptasi dengan teknologi digital.
“Ini membantu membangun ekosistem belajar yang lebih dinamis dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Guru Kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Yusron. Ia menilai PID sangat membantu dalam pembelajaran koding dan kecerdasan buatan.
“Dengan PID, siswa bisa mengerjakan tugas, menampilkan hasilnya, lalu didiskusikan bersama. Proses belajar jadi lebih aktif dan aplikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan pendidikan di wilayah Jawa Timur, termasuk di Pasuruan.
“Pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Albarra.
Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Indonesia.***