UMS Kukuhkan 5 Guru Besar Sekaligus, Total Profesor Tembus 70 Orang

pengukuhan lima guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan perannya di tingkat nasional dengan mengukuhkan lima guru besar sekaligus dalam Sidang Senat Terbuka. Dengan pengukuhan ini, total guru besar UMS resmi mencapai 70 orang, menjadikannya salah satu kampus Muhammadiyah dengan profesor terbanyak di Indonesia.

Sidang Senat Terbuka yang digelar di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Selasa (20/1/2026), berlangsung khidmat. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dihadiri jajaran pimpinan universitas, para guru besar, serta keluarga dan kolega para profesor yang dikukuhkan. Prosesi ini menjadi penanda penguatan tradisi akademik UMS sekaligus komitmen pengembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin yang berdampak bagi masyarakat.

Lima Guru Besar dari Bidang Strategis

Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang-bidang strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan bangsa. Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar UMS ke-66 melalui karya “Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi (Technopreneurship), Menuju Kemandirian Lulusan (Potensi dan Tantangannya)”.

Berikutnya, Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-67 dengan karya “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar Menuju Masyarakat Tangguh Bencana”.

UMS juga mengukuhkan Prof. Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar ke-68 lewat karya “Aplikasi Instrumentasi dan Kendali dalam Berbagai Bidang di Era Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”.

Selanjutnya, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.St.Ft., M.Kes. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-69 melalui karya “Neurorestorasi Pasca Stroke: Strategi Fisioterapi untuk Meningkatkan Fungsi Optimal”.

Sementara itu, Prof. Andri Nirwana, S.Th., M.Ag., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-70 dengan karya “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”.

Prosesi Pengukuhan

Setelah pembacaan Surat Keputusan Guru Besar dan riwayat hidup oleh Sekretaris Senat UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil dan pidato singkat para guru besar. Prosesi pengukuhan dilakukan melalui pembacaan naskah pengukuhan oleh Ketua Senat, dilanjutkan pengalungan samir guru besar oleh Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. bersama Ketua Senat Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum.

Baca Juga  Wakil Ketua PWM Jatim: Muhammadiyah Bukan Oposisi Pemerintah

Peluang Tambah Profesor

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. menyampaikan bahwa UMS tercatat memiliki 856 dosen dan berpeluang besar untuk terus menambah jumlah guru besar. Ia menegaskan, capaian jabatan guru besar kini tidak lagi dibatasi usia. “Kami berharap para profesor mampu memberi dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag. menambahkan, guru besar memiliki tanggung jawab moral, amanah, dan sosial. Menurutnya, selain menjadi pemimpin publik, guru besar harus tampil sebagai pemimpin intelektual dan moral yang aktif menyebarluaskan keilmuan di ruang-ruang diskusi akademik maupun sosial.

One UMS, One Guru Besar

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan lima guru besar tersebut. Ia menegaskan UMS terus mendorong percepatan capaian melalui tagline “One UMS, One Guru Besar”. “Kami mengajak segenap sivitas akademika untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara kolaboratif dan berdampak,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. mengapresiasi capaian UMS sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah dengan jumlah guru besar terbanyak. Ia menekankan pentingnya integrasi keilmuan dengan nilai-nilai Islam serta riset yang sederhana, aplikatif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Baca Juga  Soal Rempang, Abdul Mu'ti: Pembangunan Harus Berorientasi Pada Kesejahteraan Seluruh Rakyat

Pengukuhan lima guru besar ini menjadi momentum penting bagi UMS untuk memperkuat peran strategisnya sebagai poros intelektual Muhammadiyah dan Indonesia. Lebih dari sekadar seremoni, UMS meneguhkan komitmen pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.