MAKLUMAT — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Sikap tersebut diambil setelah PGI menggelar Sidang Majelis Pekerja Lengkap di Merauke dan mendengar langsung suara masyarakat adat Papua.
Ketua Umum PGI, Pdt Jacklevyn Frits Manuputty menyampaikan sikap tersebut melalui akun Instagram resmi PGI, @pgiofficial.or.id, pada Senin (2/2/2026). “Gereja-gereja di Indonesia mendukung masyarakat adat yang menolak Proyek Strategis Nasional di tanah Papua,” katanya.
PGI menggelar Sidang Majelis Pekerja Lengkap di Merauke pada Jumat-Senin (30/1-2/2/2026). Sidang tersebut dihadiri oleh utusan 105 gereja anggota, 30 PGI wilayah dari seluruh Indonesia, lembaga-lembaga oikumene, serta lembaga-lembaga mitra PGI.
Dalam proses sidang, PGI melakukan kajian dan mendengarkan pandangan masyarakat adat Papua, gereja-gereja di Papua, serta Majelis Rakyat Papua. Dari proses tersebut, PGI merumuskan sikap bersama terkait kebijakan negara dan situasi demokrasi di Indonesia.
Dalam pernyataan yang sama, PGI juga menegaskan sikapnya terhadap pendekatan keamanan dan kekuasaan negara. “Kedua, gereja-gereja di Indonesia menolak militerisme dan otoritarianisme di Indonesia dan mendorong penghargaan terhadap demokrasi dan hak asasi manusia,” katanya.
Sikap PGI tersebut mendapat tanggapan dari aktivis lingkungan dan Co-Founder Watchdoc, Dandhy Laksono. Ia menyampaikan komentarnya melalui akun X pribadinya @Dandhy_Laksono pada Selasa (3/2/2026).
Dandhy mengapresiasi ketegasan PGI. Menurutnya, sikap PGI yang mendukung warga adat serta menolak PSN di Papua adalah bentuk keberpihakan yang tegas. “Hormat. Singkat, jelas, tegas,” tandasnya.













