Reses di Kampung Bibit Wadani Ngoro Jombang, Sumardi Golkar: Potensi Ini Luar Biasa

MAKLUMAT – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, menggelar serap aspirasi masyarakat di Kampung Bibit Wedani, Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Ahad (8/2/2026). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pembibitan hortikultura.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan yang dianggap mendesak. Agus Wibowo, salah satu peserta reses, mengungkapkan bahwa saluran irigasi di wilayah mereka mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal ke lahan-lahan pertanian.

“Saluran irigasi ini sudah sering kami keluhkan. Kami berharap ada perbaikan dan pembangunan irigasi tersier supaya aliran air untuk tanaman tidak tersendat,” ujar Agus.

Selain persoalan irigasi, warga juga mengusulkan pengadaan cold storage yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan hasil panen, khususnya sayuran yang mudah rusak.

Menurut petani, keberadaan fasilitas penyimpanan tersebut dapat membantu menjaga kualitas hasil pertanian serta menekan kerugian akibat harga jatuh saat panen raya.

Aspirasi lainnya datang dari para buruh tani yang berharap adanya dukungan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka menilai perlindungan jaminan sosial sangat penting mengingat pekerjaan di bidang pertanian memiliki risiko tinggi.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Sumardi menyatakan dukungannya secara penuh. Ia menegaskan bahwa aspirasi petani Wedani sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Baca Juga  2.295 Guru Honorer di Jatim Masih Bisa Mengajar, Begini Skemanya

“Tadi banyak yang disampaikan warga, mulai dari pembangunan saluran irigasi, kebutuhan cold storage, hingga BPJS untuk buruh tani. Semua ini akan kami kawal. Ini bukan hanya kebutuhan, tapi fondasi penting untuk memperkuat sektor pertanian,” tegasnya.

Respons Sumardi

Lebih lanjut, Sumardi menyoroti potensi besar Desa Wedani sebagai pusat industri pembibitan hortikultura. Ia menyebut bahwa hampir seluruh warga memiliki usaha pembibitan dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari tomat, cabai, terong, hingga bibit tanaman lain.

“Potensi di Wedani ini luar biasa. Hampir semua masyarakatnya terlibat dalam usaha pembibitan. Ini bukan sekadar kampung bibit, tapi sudah mengarah pada industri pembibitan yang terstruktur. Tinggal bagaimana kita me-manage ini dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa beberapa kelompok tani dan inkubator usaha pembibitan yang dahulu sempat aktif kini mengalami “mati suri”. Padahal kelompok tersebut menurutnya sangat potensial menjadi motor penggerak ekonomi desa.

“Dulu inkubator dan kelompok-kelompok tani di sini hidup dan sangat produktif. Tapi kok tiba-tiba mati suri? Ini sangat disayangkan. Makanya saya mendorong agar kelompok ini dibangkitkan lagi. Pendampingan harus dilakukan secara intensif, jangan sampai potensi besar ini terbuang percuma,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Raperda DPRD Jatim Didukung Pemprov, Ketua Bapemperda: Menjawab Perkembangan Industri Herbal dan Layanan Transportasi Online

Sumardi menyampaikan bahwa pembibitan di Wedani sangat relevan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Program ketahanan pangan butuh dukungan dari desa-desa yang punya kemampuan seperti Wedani. Desa ini bisa menghasilkan macam-macam bibit. Kalau dikelola maksimal, bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga bisa menjadi pemasok regional,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi bibit dapat memberikan dampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Kalau produksi meningkat, pendapatan petani juga meningkat. Dari situ mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan membayar BPJS Ketenagakerjaan. Semua harus berjalan terencana agar manfaatnya terasa,” jelas Sumardi.

Dalam kesempatan itu, Sumardi juga berharap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) nanti bisa membantu petani di kampung bibit agar lebih sejahtera. Kolaborasi untuk membantu pemasaran dan kemudahan pupuk itu dirasa perlu, agar para petani bisa memperoleh hasil maksimal.

“Ini peluang besar. Dengan adanya koperasi ini, petani bisa lebih mudah mengakses permodalan, pelatihan, maupun pasar. Saya harap Wedani bisa memanfaatkan peluang ini karena potensinya memang luar biasa,” ujarnya.

Ia menutup kegiatan reses dengan menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi warga ke tingkat provinsi dan memperjuangkannya dalam perumusan program pembangunan Jawa Timur.

Baca Juga  Hari Anak Nasional 2026, Sri Wahyuni Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak