MAKLUMAT– Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di seluruh Indonesia. Program ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja langsung.
Zulhas menjelaskan setiap koperasi rata-rata akan mempekerjakan sedikitnya 20 orang. Jika target 80 ribu koperasi terealisasi, dampak penciptaan lapangan kerja akan signifikan, terutama di wilayah pedesaan.
“Kalau 80 ribu terbangun, tenaga kerja langsung yang terserap kira-kira 1,6 juta orang. Belum termasuk mitra tidak langsung seperti petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM,” kata Zulhas dalam pidato sambutannya di Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jawa Timur, di SMAMDA Tower, Surabaya (14/2/2026).
Selain menyerap tenaga kerja, lanjut dia, Kopdes dirancang sebagai offtaker hasil produksi masyarakat desa. Koperasi akan menampung komoditas warga saat harga pasar turun atau distribusi tersendat. Skema ini memberi kepastian pembeli sekaligus menjaga stabilitas pendapatan produsen desa.
Ketua Umum PAN itu menjelaskan pemerintah juga menargetkan pada 2026 sebanyak 30.008 koperasi desa dan kelurahan sudah beroperasi. Program ini sekaligus memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di tingkat produsen rendah namun mahal di konsumen.
Zulhas menegaskan koperasi desa akan memotong jalur distribusi dari produsen ke distributor, agen, hingga pengecer. Dengan rantai pasok yang lebih pendek, petani dan produsen desa berpotensi memperoleh margin lebih adil.
Dia menambahkan Kopdes juga akan memasok kebutuhan program layanan gizi nasional. Skema tersebut diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal dan memastikan program pemerintah berbasis pada produksi masyarakat desa.
“Penguatan ekonomi desa lewat koperasi menjadi strategi membangun pusat-pusat pertumbuhan baru. Ini bukan hanya soal kesejahteraan desa, tapi juga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tandas Zulhas.












