MAKLUMAT — Rumah Sakinah Muhammadiyah menjadi salah satu Amal Usaha Muhammadiyah bidang sosial (AUMSos) pertama yang secara khusus melakukan pembinaan bagi korban KDRT, TPPO, mantan PSK, serta anak atau warga miskin yang bermasalah hukum.
Pada momentum Ramadan 1447 Hijriah kali ini, AUMSos bentukan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah itu kembali melakukan langkah konkret, dengan menggelar program pinjaman modal usaha untuk melawan jeratan pinjaman online (pinjol) dan bank titil. Program tersebut menyasar para binaan yang kesulitan akses permodalan dan terhimpit bunga tinggi.
Bantuan pinjaman modal usaha ini diberikan kepada 28 orang binaan yang akan berjualan selama sebulan. Sebagian di antaranya baru akan memulai usaha, sementara lainnya sudah memiliki usaha dan membutuhkan tambahan modal.
“Dalam kondisi yang ekonomi sangat berat ini, binaan kami yang sudah kami tempa untuk usaha, akan kami dorong pada Bulan Ramadan ini untuk jualan bagi yang sudah berjalan kami support agar lebih maju dan yang akan usaha baru kami dampingi,” ujar Ning Purbowati alias Bu Titik, Kepala Pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Kamis (19/2/2026).
“Banyaknya pinjaman yang menawarkan dengan bunga mencekik dan masih susahnya akses pinjaman di bank yang selalu memakai agunan, buat binaan kami berat. Untuk itu kami membuka pintu donatur dan warga yang berlebihan harta bisa bantu program kami ini,” sambungnya.
Fenomena pinjaman online maupun bank titil—dikenal juga sebagai bank sobekan atau bank pasar—diketahui memang menawarkan kemudahan pencairan dana secara cepat, namun dengan bunga yang memberatkan. Di sisi lain, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun belum sepenuhnya menjadi solusi bagi pelaku usaha mikro kecil karena berbagai persyaratan administratif.
“Binaan kami warga yang korban KDRT, TPPO dan Mantan PSK yang kepingin usaha mandiri tapi susah mendapatkan akses perbankan dengan persyaratan yang memberatkan, padahal kebutuhan mereka tidak banyak maksimal 5 Juta,” sebut Wakil Sekretaris Pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, Anasrullah ST.
“Alhamdulillah lewat bantuan Kemensos dan Baznas yang tahun lalu memberikan modal usaha, untuk tahun ini kita mengupayakan lagi lewat donatur dan lembaga bantuan lainnya,” imbuhnya.
Kegiatan pemberian bantuan diawali dengan asesmen yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) lalu di Rumah Sakinah Muhammadiyah. Dalam pekan ini, pinjaman modal usaha akan direalisasikan kepada 28 binaan dengan nilai bantuan bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Melalui program tersebut, Rumah Sakinah berharap pinjaman modal usaha yang sederhana tersebut dapat membantu kebangkitan ekonomi keluarga binaan, sehingga kebutuhan selama Bulan Ramadan dapat tercukupi tanpa harus terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi.













