Hadiri Kajian Ramadan PWM Jatim di Jember, Menhut Raja Juli: Seperti Menyampaikan LPJ Kader Muhammadiyah

Menhut Raja Juli Antoni saat menyampaikan sambutan dalam Kajian Ramadan 1447 Hijriah PWM Jatim di Unmuh Jember, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Kajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sabtu (21/2/2026).

Raja Juli Antoni yang menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut mengaku merasakan seolah tengah menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) darinya sebagai kader Muhammadiyah yang berkiprah di pemerintahan kepada warga Persyarikatan, khususnya di Jawa Timur.

“Saya diminta menyampaikan sambutan, tetapi saya rasanya ini lebih seperti progress report atau laporan pertanggungjawaban kader Muhammadiyah kepada seluruh anggota Muhammadiyah,” bukanya, disambut tawa dan tepuk tangan para peserta yang hadir.

Raja Juli Antoni sendiri sebelum berkiprah aktif di ranah politik praktis dengan terjun ke partai politik, memang merupakan kader Persyarikatan yang lahir dari rahim Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), hingga menduduki pucuk pimpinan Ortom Muhammadiyah tersebut.

Pria yang kini menjabat Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu tercatat pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum PP IPM periode 2000-2002.

Ia menandaskan keyakinannya bahwa Islam merupakan ajaran agama yang sangat lengkap, termasuk membahas terkait kompabilitas terhadap isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan.

“Sebagai kader Muhammadiyah yang secara informal mengikuti pendidikan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), melalui Taruna Melati, sampai Taruna Melati Utama, maupun pendidikan formal, SD sampai SMA di Muhammadiyah, saya meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa secara teologis, secara akidah, Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan yang sangat solid untuk menjadikan Islam sebagai ajaran agama yang memiliki kompatibilitas dengan isu-isu lingkungan hidup, kehutanan, atau yang kita sebut sebagai ekoteologis,” tandasnya.

Baca Juga  PWM Jatim Luncurkan 25 Buku di Kajian Ramadan 1447 H, Ini Deskripsi Lengkapnya

“Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran maupun hadis yang memberikan motivasi, bahkan kewajiban bagi umat Islam untuk menjaga lingkungan hidup dan menjaga hutan kita,” sambung Raja Juli.

Sebelumnya, Ketua PWM Jatim, Prof Dr dr Sukadiono MM, menjelaskan alasan pemilihan topik “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” dalam Kajian Ramadan 1447 Hijriah kali ini. Ia menegaskan, menjadi muslim tidak cukup hanya menjalankan ibadah personal, namun juga memikul tanggung jawab menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan sebagai bagian dari keimanan.

Ia mengingatkan, isu lingkungan bukan persoalan yang jauh dari kehidupan beragama, melainkan bagian yang menyatu dalam ajaran Islam. Pemilihan tema tersebut juga berkaitan dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu.

“Tentu kita tahu tiga bulan ini kita selalu mendengar berita dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semua ini terkait dengan masalah kerusakan hutan, deforestasi,” sorot Sukadiono.

Sebagai informasi, Kajian Ramadan 1447 Hijriah PWM Jatim kali ini akan berlangsung selama dua hari, hingga Ahad esok (22/2/2026). Selain Menhut Raja Juli Antoni, sejumlah tokoh publik lain juga dijadwalkan menghadiri forum tersebut, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.

Baca Juga  Perbaiki Pengawasan Hutan, Raja Juli Sebut Bakal Tambah Puluhan Ribu Polhut