Tak Tunggu 24 Jam! Perbaikan Jalan Surabaya Kini Makin Ngebut

MAKLUMAT – Upaya perbaikan jalan berlubang di Surabaya kini makin masif. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak main-main dalam merespons keluhan warga. Sebanyak sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) dikerahkan setiap hari untuk menyisir seluruh wilayah kota, bahkan mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix per hari.

Langkah cepat ini ditegaskan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi. Ia memastikan percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas utama, terutama agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat jalan rusak.

“Di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) ada Satgas khusus perbaikan jalan, sama seperti Satgas Drainase. Begitu ada laporan, tim langsung bergerak,” ujar Syamsul, Sabtu (21/2/2026).

9 Tim Bergerak, 5 Rayon Disisir Setiap Hari

Satgas perbaikan jalan ini terbagi dalam lima rayon yang rutin berpatroli memantau kondisi jalan. Tak hanya menunggu laporan, mereka juga aktif memonitor kondisi di lapangan.

Setiap laporan jalan berlubang langsung ditindaklanjuti. Bahkan, Pemkot memastikan tak perlu menunggu 1×24 jam untuk turun ke lokasi.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan respons cepat menjadi kunci agar kerusakan tak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. “Begitu ada laporan atau temuan, tim langsung kami arahkan ke lokasi,” tegasnya.

Baca Juga  Stok dan Harga Pangan di Surabaya Aman sampai Delapan Bulan

Menariknya, jumlah tim kini ditingkatkan. Dari semula lima tim, menjadi delapan tim reguler plus satu Unit Reaksi Cepat (URC). Tak hanya itu, selama Ramadan disiapkan tambahan tiga tim malam untuk mengantisipasi tingginya aktivitas warga.

60 Ton Hotmix Ludes Setiap Hari

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, mengungkapkan setiap tim telah dilengkapi armada truk, kendaraan pickup, hingga alat pemadatan seperti stamper dan roller. “Hari biasa kita bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hotmix. Masing-masing truk membawa 8–9 ton,” jelas Dedy.

Distribusi material dilakukan cepat agar titik-titik jalan berlubang segera tertangani. Besarnya volume hotmix yang digunakan menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mempercepat perbaikan jalan di Kota Pahlawan.

Anggaran Aman, Warga Diminta Aktif Lapor

Dari sisi anggaran, pemeliharaan rutin jalan tahun ini dialokasikan sekitar Rp40 miliar—jumlah yang relatif sama seperti tahun sebelumnya.

Namun, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif. Warga bisa melaporkan jalan rusak melalui aplikasi WargaKu atau layanan darurat 112. “Kami harap partisipasi warga. Dengan laporan cepat, tim bisa segera turun,” pungkas Dedy.

Dengan strategi patroli rutin, tambahan tim malam, serta dukungan laporan masyarakat, Pemkot Surabaya berharap perbaikan jalan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif—agar warga bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa terganggu jalan berlubang.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Identifikasi Tanah Kosong sebagai “Harta Karun” Rp33 Triliun