Hutan Wakaf Muhammadiyah: Jawab Krisis Ekologi Secara Berkelanjutan

Rakerwil Lazismu Provinsi Banten, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Komitmen penguatan gerakan lingkungan berbasis nilai Islam kembali ditegaskan Lazismu Wilayah Banten, melalui dukungan penuh terhadap pengembangan Hutan Wakaf Muhammadiyah sebagai bagian dari strategi menjawab krisis ekologis yang kian mengkhawatirkan.

Ketua Lazismu Wilayah Banten, Cahyo Hendro Atmoko, menegaskan bahwa inisiatif Hutan Wakaf Muhammadiyah merupakan terobosan penting yang harus didukung secara luas.

“Hutan Wakaf Muhammadiyah ini adalah terobosan baru yang perlu di-support di semua lapisan sebagai jawaban atas krisis ekologi yang terjadi belakangan ini,” ujar Cahyo, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id, Senin (2/3/2026).

Persoalan kerusakan lingkungan, deforestasi, dan dampak perubahan iklim, menurut Cahyo, tidak bisa dijawab dengan pendekatan biasa. Dibutuhkan model gerakan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Lazismu, yaitu di bidang Lingkungan Hidup.

“Salah satu dari program prioritas Lazismu adalah Lingkungan Hidup, sehingga Hutan Wakaf ini sudah sangat tepat menjadi bagian dari program prioritas seluruh Lazismu yang ada di Provinsi Banten, bahkan di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa Lazismu se-Banten akan mengerahkan seluruh jejaring Lazismu daerah untuk mendukung implementasi Hutan Wakaf Muhammadiyah, baik melalui penguatan literasi wakaf produktif, penggalangan dana, maupun kolaborasi pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan hutan.

Baca Juga  Wakil Ketua PWM Jatim: Jangan Sampai Salah Memilih Pemimpin

Sementara itu, Koordinator Hutan Wakaf Muhammadiyah, Fitrah Yunus, menyampaikan apresiasi atas undangan dan dukungan yang diberikan Lazismu.

“Terima kasih kepada Lazismu Provinsi Banten yang telah mengundang kami untuk hadir dan mensosialisasikan Hutan Wakaf Muhammadiyah dalam Rakerwil ini. Ini menjadi momentum penting untuk memperluas gerakan kebaikan berbasis lingkungan,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Sekretaris LHKP PP Muhammaidyah itu.

Fitrah menjelaskan bahwa Hutan Wakaf Muhammadiyah merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun gerakan social forestry berbasis nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat. Hutan Wakaf dirancang bukan sekadar sebagai kawasan konservasi, tetapi sebagai model wakaf produktif yang memiliki dampak ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa Hutan Wakaf adalah langkah konkret untuk mengintegrasikan prinsip wakaf dengan pengelolaan hutan berkelanjutan. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas problem krisis ekologis sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.

Dalam implementasinya, terdapat tiga fokus utama yang dikembangkan melalui Hutan Wakaf Muhammadiyah. Pertama, Hutan Wakaf Agroforestri, yang mengintegrasikan konservasi hutan dengan sistem pertanian produktif berbasis masyarakat.

Kedua, Hutan Wakaf Pendidikan dan Riset, sebagai laboratorium hidup untuk pengembangan ilmu pengetahuan, riset lingkungan, dan pendidikan kader.

Baca Juga  PP Muhammadiyah Terima Hibah Universitas Megoupak, UMJ Hadirkan Kampus Unggul di Tulang Bawang

Ketiga, Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan, yang mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan secara adil dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Lazismu dan pengelola Hutan Wakaf Muhammadiyah, Fitrah berharap agar gerakan tersebut menjadi model nasional wakaf berbasis lingkungan yang mampu menjawab tantangan krisis ekologi secara sistematis dan berkeadaban.

Dukungan Lazismu Banten, menurutnya, menjadi langkah strategis awal untuk memperluas implementasi Hutan Wakaf di berbagai daerah di Indonesia.