MAKLUMAT — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa pasukannya telah menghancurkan berbagai kemampuan militer Iran, terutama yang berbasis laut dan udara.
Menurut Trump, militer AS telah melancarkan operasi secara cepat dan mampu menetralisir rudal serta drone Iran dalam waktu singkat. Ia juga mengklaim banyak peluncur rudal Iran yang dapat langsung dihancurkan oleh pasukan AS dan Israel, hanya beberapa menit setelah digunakan.
Dilansir Al Jazeera, Trump menyebut pasukannya telah berhasil menghancurkan puluhan kapal Iran dalam tiga hari operasi “Epic Furry”. Ia juga mengklaim berbagai sistem pertahanan anti-pesawat, hingga infrastruktur komunikasi Iran berhasil dihancurkan.
Menurutnya, kemampuan peluncuran rudal Iran telah berhasil dihancurkan pasukan AS-Israel hingga sekitar 60 persen.
“Kami memiliki militer terhebat di dunia. Angkatan laut mereka hancur. 24 kapal dalam tiga hari. Itu banyak kapal,” sebutnya.
“Senjata anti-pesawat mereka hancur. Jadi mereka tidak memiliki angkatan udara. Mereka tidak memiliki pertahanan udara. Semua pesawat mereka hancur. Komunikasi mereka hancur. Rudal hancur. Peluncur hancur,” sambung Trump.
Di sisi lain, dilansir dari media Iran, Tasnim, menyebut Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran mengatakan bahwa “kapal induk AS Abraham Lincoln telah dihantam oleh drone” pada Kamis (5/3/2026).
“Kapal induk Abraham Lincoln, yang mendekati 340 kilometer dari perbatasan maritim Iran di Laut Oman dalam upaya untuk mengendalikan Selat Hormuz, dihantam oleh drone Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran,” kata Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga disebut telah melancarkan gelombang serangan balasan ke-21 dalam operasi ‘True Promise 4’ pada Jumat dini hari (6/3/2026), dengan melakukan serangan gabungan rudal dan drone terhadap target di pusat Tel Aviv.
Serangan yang dilancarkan dengan kode “Ya Moaz al-Momenin” ini bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Imam Hassan al-Mujtaba (AS) dan melibatkan pengerahan rudal Kheibar Shekan, menurut laporan dari Sepah News.
Operasi dimulai sebelum fajar pada hari Jumat, dengan pasukan Iran menargetkan lokasi-lokasi penting di Tel Aviv yang diduduki menggunakan kombinasi rudal dan drone, termasuk rudal balistik Kheibar Shekan.













