Sekda Bojonegoro Harap Muhammadiyah Jadi Pelopor Gerakan Hijau di Daerah

Sekda Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto SSos MSi, saat menyampaikan sambutannya mewakili Bupati setempat dalam Kajian Ramadan 1447 Hijriah bertajuk "Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan" yang diselenggarakan Muhammadiyah Bojonegoro, Ahad (8/3/2026). (Foto: Nash/ IST)

MAKLUMAT — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto SSos MSi, berharap agar Muhammadiyah dapat menjadi pelopor dalam gerakan lingkungan hidup dan mendukung Bojonegoro Hijau.

Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Kajian Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro pada Ahad (8/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula At-Taqwa Bojonegoro itu mengangkat tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan“.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Edi menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah setempat, yang telah menggelar kegiatan positif yang menarik dan temanya sangat relevan, dalam tajuk Kajian Ramadan. “Tema yang diangkat sangat menarik, bagaimana manusia bisa menjaga lingkungan,” sebutnya.

Ke depan, ia berharap hasil dari Kajian Ramadan kali ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam menggalakkan gerakan ekologis di Bumi Angling Dharma. “Muhammadiyah bisa menjadi pelopor gerakan Bojonegoro Hijau,” harap Edi.

Ia juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga lingkungan. Sebab itu, ia mengajak dan menggandeng berbagai organisasi untuk bersama-sama mewujudkan Bojonegoro Hijau, termasuk Muhammadiyah.

Sementara itu, dalam konteks tugas manusia sebagai Khalifah di muka bumi, Edi menilai bahwa kesalehan seseorang dilihat dari bagaimana menjaga amanah sebagai seorang pemimpin, dalam berbagai aspek, termasuk bagaimana memperlakukan dan mengelola alam.

Baca Juga  Direktur DEEP Sebut Prabowo Telah Memilih Kader-kader Terbaik Muhammadiyah

Sebelumnya, Ketua PDM Bojonegoro H Suwito menyebut tema yang diangkat dalam Kajian Ramadan kali ini merupakan wujud ikhtiar Muhammadiyah untuk menjaga lingkungan. “Tema ini sangat relevan untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” katanya.

Kajian Ramadan 1447 Hijriah PDM Bojonegoro bertajuk “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Ketua LDK PP Muhammadiyah Mochammad Arifin MAg, serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ir Tamhid Masyhudi.

Kajian Ramadan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bagi warga Persyarikatan di Bojonegoro, sekaligus menjadi upaya Muhammadiyah Bojonegoro untuk menggerakkan seluruh anggota dalam gerakan pelestarian lingkungan.